home sports

Properti, Sepak Bola, dan Politik: Hubungan Manchester dan Abu Dhabi

Ahad, 08 November 2026 - 17:30 WIB
Investasi pemilik Manchester City di Manchester turut menjadi sorotan politik Inggris.
LANGIT7.ID-London;Hubungan antara pemilik Manchester City asal Abu Dhabi dan elite politik Inggris kembali menjadi sorotan. Hal ini menyusul putusan komisi independen yang menyatakan klub tersebut bersalah melanggar aturan keuangan Premier League pada September lalu.

Komisi independen menyatakan Manchester City secara sistematis melanggar aturan keuangan selama periode 2009–2018. Klub tersebut diduga menggelembungkan pendapatan sponsor untuk menyamarkan aliran dana lebih dari £830 juta ke dalam operasional sepak bola. Putusan itu memicu spekulasi mengenai beratnya sanksi yang akan dijatuhkan kepada The Citizens. Namun, pihak klub membantah melakukan pelanggaran dan telah mengajukan banding.

Di tengah penantian hasil banding tersebut, perhatian publik juga tertuju pada hubungan historis antara pemilik Manchester City yang berbasis di Abu Dhabi dan elite politik Manchester, termasuk Perdana Menteri Inggris saat ini, Andy Burnham. Sorotan mencakup sejumlah kesepakatan lahan, proyek regenerasi bernilai jutaan pound, hingga penyelidikan terhadap pinjaman yang diberikan kepada perusahaan properti yang pada akhirnya dimiliki oleh Abu Dhabi United Group (ADUG).

Lantas, bagaimana sebenarnya perjalanan investasi Abu Dhabi di Manchester di luar kesuksesan Manchester City di lapangan? Kisah ini bermula pada 2008 ketika Manchester City diakuisisi ADUG melalui kesepakatan senilai £200 juta. Klub tersebut kini dimiliki Sheikh Mansour, Wakil Perdana Menteri Uni Emirat Arab sekaligus anggota keluarga penguasa negara itu. Sejak saat itu, Manchester City menjelma menjadi salah satu klub terkaya di dunia.

Pemilik barunya menggelontorkan dana miliaran pound untuk membangun kekuatan klub hingga menjadi salah satu kekuatan sepak bola Eropa. Namun, investasi Abu Dhabi tidak hanya menyasar sektor sepak bola.

Para investor tersebut juga memperluas kepentingan bisnisnya di Manchester. Pada 2014, enam tahun setelah mengakuisisi Manchester City, ADUG menjalin kemitraan dengan Dewan Kota Manchester yang saat itu dipimpin Partai Buruh.

Hubungan klub dengan pemerintah daerah sebenarnya telah terjalin sebelumnya. Manchester City diketahui memiliki hak sewa selama 250 tahun atas bekas Stadion City of Manchester, yang dibangun untuk penyelenggaraan Commonwealth Games 2002.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya