home global news

Ilmu Hadits Dapat Digunakan untuk Tangkal Berita Hoaks

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 05:05 WIB
Direktur Akademi Kebudayaan Islam Jakarta, Husein Jafar Al-Hadar (kanan) saat tampil di Webinar Langit7.id Rabu (27/10).
Posisi santri sebagai pihak yang dapat menurunkan tingkat penyebaran hoaks di dunia maya menarik dicermati, termasuk dalam perkembangan sains. Sebab, perkembangan sains selalu bersanding dengan perkembangan agama.

Hal tersebut disampaikan Direktur Akademi Kebudayaan Islam Jakarta, Husein Ja’far Al-Hadar dalam webinar LANGIT7 bertajuk 'Pesantren Goes Digital, Sebuah Keharusan', Rabu (27/10). Menurut dia, agama yang memagari perkembangan sains berada pada track moral yang positif.

Baca juga:Ketum PBNU Minta Tradisi Kaji Kitab Kuning Dipertahankan

"Misalnya ketika ada penemuan di bidang nuklir, agama kemudian yang memberikan masukan agar perkembangan itu tidak digunakan untuk perang, tapi untuk perkembangan peradaban manusia," ujarnya.

Begitu juga di digital, perkembangan yang mulai berkembang ini diharapkan menjadi sesuatu yang positif. Karena itu, peran santri sangat dibutuhkan. Santri berperan menguatkan moral dalam era digital dari suatu hal yang destruktif.

"Karena tantangan di dunia digital di Barat atau Asia sekalipun adalah bagaimana mengelola media sosial agar bisa konstruktif, tidak destruktif. Karena media sosial ini telah banyak menghancurkan matinya kepakaran, menghancurkan demokrasi, mengarahkan peradaban pada post-truth, dan tidak ada lagi kebenaran, tapi pembenaran," katanya.

"Nah, disinilah agama yang paling mungkin mengatasi masalah itu. Salah satu masalah terbesar adalah hoaks, dalam masalah ini saya bisa mengatakan bahwa agama memang yang terdepan," imbuhnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
husein ja’far al-hadar hadist hoaks peran santri lawan hoaks
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya