home masjid

Memahami Kandungan Perintah Shalat Tahajud dalam Surat Al-Isra

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 23:35 WIB
Ilustrasi Al Quran yang merupakan salah satu mukjizat yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Foto: Istimewa
Dalam banyak ayat Al-Quran, Allah menyampaikan firmanNya tentang perintah Tahajud. Jika dikaji lebih dalam dan merujuk pada kitab-kitab tafsir muktabar, tentu akan dapat ditemukan pesan-pesan ilahi sebagai motivasi bagi yang menjalankannya.

Shalat Tahajud secara maknanya adalah shalat malam, yaitu shalat sunnat di waktu malam, dilakukan setelah shalat isya sampai menjelang shubuh. Meskipun terkadang shalat malam disebut shalat tarawih, qiyam al-Ramadhan, qiyam al-Lail atau witir.

Baca Juga:KH Maimoen Zubair Lahir Saat Peristiwa Sumpah Pemuda

Disebut Tahajud jika dilakukan di akhir malam. Disebut witir karena rakaatnya ganjil. Pada dasarnya semuanya sama, yaitu shalat malam. Untuk memudahkan memahaminya, guru besar Persatuan Islam almarhum al-Ustadz K.H.E. Abdurrahman memberikan contoh:

“Disebut ketupat karena dibungkus dengan daun kelapa, disebut leupeut (bahasa sunda) karena dibungkus dengan daun pisang, disebut dupi karena dibungkus dengan dengan daun bambu. Pada dasarnya semuanya sama adalah beras."

Berikut kandungan perintah Tahajud dalam surat Al Isra Ayat 79-82:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (٧٩) وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا (٨٠) وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا (٨١) وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا (٨٢
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
shalat tahajud al quran surat al isra ibadah sunnah rasulullah saw
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya