Luncurkan Koperasi, HIPSI Jateng Siap Cetak 1.000 Santripreuner
Arif purniawan
Selasa, 02 November 2021 - 18:15 WIB
Para pemenang lomba rencana bisnis dari kalangan santri entrepreneur. Foto: istimewa
Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Jateng meluncurkan Koperasi Sumber Lawang Berkah, di Hotel Normans Semarang, akhir pekan lalu. Selain meluncurkan koperasi, HIPSI juga bertekad untuk mencetak santri enterpreneur melalui program 1.000 Inkubasi bisnis santri.
“Sektor awalnya berupa pelatihan di pesantren dan kampus. Untuk menyiapkan pelaku usaha paling tidak 2 semester untuk kita menggodok 5-10 orang dalam satu tim,” ujar Ketua DPW HIPSI Jateng Fatah Rosihan Afandi dilansir dari NU Online Jateng, Selasa (2/11).
Baca juga: Maruf Amin Sebut Pesantren Sebagai Agen Pemberdayaan Ekonomi Ummat
Koperasi Sumber Lawang Berkah sendiri, akan dijadikan naungan untuk menampung profit hasil bisnis dari program Hipsi Jateng. Turut hadir dalam acara tersebut dari DPD HIPSI Demak, Pati, Grobogan, Kendal dan Temanggung.
Janu Hari Setiawan, dari kelompok Nusantara Farm mengajukan rencana rehabilitasi pohon alpukat. Budidaya tanaman buah berbasis teknologi ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Pihaknya menerapkan sistem barcode , sehingga kapan pohon itu berbuah bisa diketahui pada bulan apa.
“Nanti Januari permintaan pasar dari Jakarta, super market termasuk dari Kementerian Koperasi kemarin sudah menggandeng kami. Kebutuhan sekitar 10 ton/bulan,” kata Janu, yang memenangkan juara 1 lomba bussines plan, yang digelar DPW HIPSI Jateng.
Menurut penggerak inkubator bisnis Indonesia Nur Hadi, pendidikan pesantren berhasil mencetak kemandirian santri. Hal itu terbukti dengan tidak bergabung pada sektor dunia kerja. Santri itu mandiri, tidak tergantung pada perusahaan atau pegawai negeri.
“Sektor awalnya berupa pelatihan di pesantren dan kampus. Untuk menyiapkan pelaku usaha paling tidak 2 semester untuk kita menggodok 5-10 orang dalam satu tim,” ujar Ketua DPW HIPSI Jateng Fatah Rosihan Afandi dilansir dari NU Online Jateng, Selasa (2/11).
Baca juga: Maruf Amin Sebut Pesantren Sebagai Agen Pemberdayaan Ekonomi Ummat
Koperasi Sumber Lawang Berkah sendiri, akan dijadikan naungan untuk menampung profit hasil bisnis dari program Hipsi Jateng. Turut hadir dalam acara tersebut dari DPD HIPSI Demak, Pati, Grobogan, Kendal dan Temanggung.
Janu Hari Setiawan, dari kelompok Nusantara Farm mengajukan rencana rehabilitasi pohon alpukat. Budidaya tanaman buah berbasis teknologi ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Pihaknya menerapkan sistem barcode , sehingga kapan pohon itu berbuah bisa diketahui pada bulan apa.
“Nanti Januari permintaan pasar dari Jakarta, super market termasuk dari Kementerian Koperasi kemarin sudah menggandeng kami. Kebutuhan sekitar 10 ton/bulan,” kata Janu, yang memenangkan juara 1 lomba bussines plan, yang digelar DPW HIPSI Jateng.
Menurut penggerak inkubator bisnis Indonesia Nur Hadi, pendidikan pesantren berhasil mencetak kemandirian santri. Hal itu terbukti dengan tidak bergabung pada sektor dunia kerja. Santri itu mandiri, tidak tergantung pada perusahaan atau pegawai negeri.