Kembangkan Program Kampung Iklim, KLHK Targetkan 20.000 Lokasi
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 02 November 2021 - 23:20 WIB
Rumah Bibit untuk para warga Kampung Iklim di Desa Gunung Sari, Kabupaten Kampar, Riau. (Foto: aprilasia.com)
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya mengembangkan lokasi Program Kampung Iklim (ProKlim) di berbagai wilayah Indonesia. KLHK menargetkan terbentuknya 20.000 lokasi Program Kampung Iklim sampai dengan 2024.
Direktur Adaptasi Perubahan Iklim KLHK, Sri Tantri Arundhati, mengatakan hingga saat ini sudah ada 3.270 lokasi Proklim yang terdaftar. Tantri meyebut perlu dukungan dari berbagai pihak mengingat anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mendukung pencapaian target tersebut.
Baca juga:Expo 2020, KLHK Perkenalkan Hutan Indonesia di Dubai
"Diharapkan semua pihak dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk mendorong tercapainya 20.000 lokasi ProKlim di Tanah Air," kata Tantri.
ProKlim adalah program yang berfungsi untuk mendorong masyarakat agar dapat meningkatkan ketahanan iklim melalui upaya aksi adaptasi dan berkontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui upaya aksi mitigasi.
Selain itu, ProKlim akan mendorong terjadinya kolaborasi dan sinergi kegiatan antar pihak. Melalui ProKlim, masyarakat akan mempunyai ketahanan iklim dalam menghadapi perubahan iklim karena sudah melakukan aksi-aksi adaptasi perubahan iklim, selain berkontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui aksi-aksi mitigasi.
Tantri menjelaskan persyaratan menjadi kampung iklim adalah sudah ada lembaga komunitas dan melakukan aksi adaptasi dan mitigasi minimal dua tahun. Atau minimal seluas RW/dusun dan maksimal seluas desa/kelurahan dan bisa juga untuk komunitas dengan wilayah khusus seperti pesantren, paroki, dan perguruan tinggi.
Direktur Adaptasi Perubahan Iklim KLHK, Sri Tantri Arundhati, mengatakan hingga saat ini sudah ada 3.270 lokasi Proklim yang terdaftar. Tantri meyebut perlu dukungan dari berbagai pihak mengingat anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mendukung pencapaian target tersebut.
Baca juga:Expo 2020, KLHK Perkenalkan Hutan Indonesia di Dubai
"Diharapkan semua pihak dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk mendorong tercapainya 20.000 lokasi ProKlim di Tanah Air," kata Tantri.
ProKlim adalah program yang berfungsi untuk mendorong masyarakat agar dapat meningkatkan ketahanan iklim melalui upaya aksi adaptasi dan berkontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui upaya aksi mitigasi.
Selain itu, ProKlim akan mendorong terjadinya kolaborasi dan sinergi kegiatan antar pihak. Melalui ProKlim, masyarakat akan mempunyai ketahanan iklim dalam menghadapi perubahan iklim karena sudah melakukan aksi-aksi adaptasi perubahan iklim, selain berkontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui aksi-aksi mitigasi.
Tantri menjelaskan persyaratan menjadi kampung iklim adalah sudah ada lembaga komunitas dan melakukan aksi adaptasi dan mitigasi minimal dua tahun. Atau minimal seluas RW/dusun dan maksimal seluas desa/kelurahan dan bisa juga untuk komunitas dengan wilayah khusus seperti pesantren, paroki, dan perguruan tinggi.