LANGIT7.ID, Jakarta - - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya mengembangkan lokasi Program Kampung Iklim (ProKlim) di berbagai wilayah Indonesia. KLHK menargetkan terbentuknya 20.000 lokasi Program Kampung Iklim sampai dengan 2024.
Direktur Adaptasi Perubahan Iklim KLHK, Sri Tantri Arundhati, mengatakan hingga saat ini sudah ada 3.270 lokasi Proklim yang terdaftar. Tantri meyebut perlu dukungan dari berbagai pihak mengingat anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mendukung pencapaian target tersebut.
Baca juga: Expo 2020, KLHK Perkenalkan Hutan Indonesia di Dubai"Diharapkan semua pihak dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk mendorong tercapainya 20.000 lokasi ProKlim di Tanah Air," kata Tantri.
ProKlim adalah program yang berfungsi untuk mendorong masyarakat agar dapat meningkatkan ketahanan iklim melalui upaya aksi adaptasi dan berkontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui upaya aksi mitigasi.
Selain itu, ProKlim akan mendorong terjadinya kolaborasi dan sinergi kegiatan antar pihak. Melalui ProKlim, masyarakat akan mempunyai ketahanan iklim dalam menghadapi perubahan iklim karena sudah melakukan aksi-aksi adaptasi perubahan iklim, selain berkontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui aksi-aksi mitigasi.
Tantri menjelaskan persyaratan menjadi kampung iklim adalah sudah ada lembaga komunitas dan melakukan aksi adaptasi dan mitigasi minimal dua tahun. Atau minimal seluas RW/dusun dan maksimal seluas desa/kelurahan dan bisa juga untuk komunitas dengan wilayah khusus seperti pesantren, paroki, dan perguruan tinggi.
Baca juga: Kader Lingkungan di Surabaya Edukasi Warga Pemanfaatan Sampah"Penting untuk membuat kampung iklim karena perubahan iklim terjadi akibat dari kegiatan manusia, dan itu berarti perlu pelibatan masyarakat," ujar Tantri.
Lebih lanjut, Tantri berharap dengan adanya kampung iklim ini masyarakat bisa berkontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas adaptasi sehingga berketahanan iklim.
"Melalui ProKlim, KLHK mendorong kontribusi dan meningkatkan kemampuan adaptasi dan mitigasi masyarakat dalam menghadapi berbagai dampak perubahan iklim seperti mengendalikan kekeringan, banjir dan longsor, meningkatkan ketahanan pangan, mengelola sampah, melakukan konservasi dan meningkatkan tutupan vegetasi," jelasnya. (Sumber: Antaranews)
Baca juga: Isu Perubahan Iklim Global, Ini Target dan Capaian Indonesia(asf)