home edukasi & pesantren

Bagaimana Penulisan Alquran pada Zaman Nabi?

Rabu, 03 November 2021 - 07:00 WIB
Tangkapan layar Alquran bersejarah mililk Thomas Jaefferson dipamerkan di Dubai Expo 2020. Foto: LANGIT7
Keaslian dan keberadaan Alquran senantiasa terpelihara dan terjaga sepanjang zaman. Sebab Allah yang akan langsung menjaga dan memeliharanya dari tahrif (perubahan) yang dilakukan oleh tangan-tangan jahil. Sebagaimana firmanNya:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Latin: Innā naḥnu nazzalnaż-żikra wa innā lahụ laḥāfiẓụn.

Arti: Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS Al-Hijr ayat 9).

Baca Juga:Tafsir Surat As Shaff Ayat 6: Nabi Isa Beritahu Kerasulan Muhammad pada Bani Israil

Pada masa Nabi, setiap wahyu yang turun, satu ayat atau lebih, terlebih dahulu Nabi Muhammad memahami dan menghafalkannya, kemudian disampaikan dan diajarkan kepada para sahabatnya persis seperti apa yang diterimanya, tanpa ada perubahan dan penggantian sedikitpun.

Selanjutnya Rasulullah menganjurkan kepada para sahabat yang telah menerima ayat-ayat itu untuk menghafalkannya dan meneruskannya pula kepada para pengikutnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
alquran rasulullah saw penulisan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya