LANGIT7.ID, Jakarta - Muhammad shalallahu alaihi wasallam adalah penutup para nabi dan rasul yang diutus Allah dalam mengemban risalah agama Islam. Kerasulan Nabi Muhammad sebagai pembawa agama Islam yang sempurna diketahui oleh nabi-nabi terdahulu.
Keutamaan Rasulullah Muhammad dibanding utusan Allah terdahulu adalah risalahnya yang berlaku untuk seluruh ummat manusia. Risalah yang dibawa Nabi Muhammad membenarkan kitab-kitab terdahulu serta menggenapinya.
Kerasulan Muhammad pun diketahui oleh para utusan pendahulunya. Mereka mengabarkan kepada ummatnya bahwa di masa depan ada seseorang yang akan memberi kabar gembira. Sebagaimana yang dilakukan Nabi Isa Alaihissalam saat memberitahu kerasulan Muhammad kepada Bani Israil.
Baca Juga: Tafsir Surat Al Anbiya 107, Rasulullah Jadi Rahmat Semesta AlamDalam Alquran, Surat As Shaff ayat 6, Allah berfiman:
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى ٱسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ قَالُوا۟ هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ
Latin: Wa iż qāla 'īsabnu maryama yā banī isrā`īla innī rasụlullāhi ilaikum muṣaddiqal limā baina yadayya minat-taurāti wa mubasysyiram birasụliy ya`tī mim ba'dismuhū aḥmad, fa lammā jā`ahum bil-bayyināti qālụ hāżā siḥrum mubīn
Arti: Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".
Baca Juga: 3 Desa Wisata Indonesia Tampil di Ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021Muallim KH Syafi'i Hadzami menjelaskan bahwa Ahmad yang dimaksud dalam ayat tersebut tak lain, tak bukan adalah Muhammad. Ahmad adalah salah satu nama yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.
"Jadi bukan Wan Ahmad dari Hadramaut dan bukan Bayi Ahmad dari India," kata Muallim dikutip Taudhihul Adhillah; Penjelasan Tentang Dalil-Dalil Aqidah, Rabu (3/11/2021).
Imam Bukhari mentakhrij suatu hadits yang diriwayatkan dari Muhammad bin Zubair bin Mu'tim dari ayahnya, ia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: Sesungguhnya aku memiliki beberapa nama. Aku adalah Muhammad dan aku Ahmad, aku Al-Mahi yang sebab diriku Allah menghapus kekafiran, dan akulah Al-Hasyir tempat manusia akan berkumpul, dan aku Al-Aqib.
Baca Juga: Indonesia Kirim 15 Imam Masjid ke UEA, Ini Rincian Namanya(zhd)