Kembangkan Peternakan Sapi Usai Pensiun, Raup Omzet Rp500 Juta Sebulan
Mahmuda attar hussein
Rabu, 03 November 2021 - 12:30 WIB
Sunarto bersama ternak sapinya. Foto: Youtube PecahTelur
Sebagian orang memilih tetap bekerja di hari tua mereka. Banyak pensiunan memilih untuk menikmati hari tua mereka dengan beralih profesi dengan mengurus ternak atau pun tanaman.
Seperti Sunarto, muslim asal Tulungagung yang di usia pensiunnya memilih untuk mengelola peternakan. Ia mulai aktif sebagai beternak sejak 2017 lalu.
Walaupun tidak memiliki sama sekali latar belakang peternakan, tapi keinginan dan tekad kuat mampu membawa kesuksesan di hari tuanya.
Baca juga: Luncurkan Koperasi, HIPSI Jateng Siap Cetak 1.000 Santripreuner
Selain itu, ia menyebutkan beternak menjadi bagian dari kegiatannya usai pensiun. Kendati demikian, seperti kebanyakan pemula pada umumnya, Sunarto juga kerap kali menemui kesulitan menjual hasil panennya di masa menjalankan peternakannya.
"Saya empat bulan pertama begitu, sapi saya seharusnya keluar, ini nggak bisa keluar," jelasnya dikanal Youtube PecahTelur.
Seiring waktu, Sunarto mulai menemukan bahwa untuk bisa dilirik oleh masyarakat, ia harus menghadirkan sapi, termasuk dagingnya yang berkualitas. Artinya, sebagai peternak ia harus melakukan penggemukan kepada ternaknya sebaik mungkin.
Seperti Sunarto, muslim asal Tulungagung yang di usia pensiunnya memilih untuk mengelola peternakan. Ia mulai aktif sebagai beternak sejak 2017 lalu.
Walaupun tidak memiliki sama sekali latar belakang peternakan, tapi keinginan dan tekad kuat mampu membawa kesuksesan di hari tuanya.
Baca juga: Luncurkan Koperasi, HIPSI Jateng Siap Cetak 1.000 Santripreuner
Selain itu, ia menyebutkan beternak menjadi bagian dari kegiatannya usai pensiun. Kendati demikian, seperti kebanyakan pemula pada umumnya, Sunarto juga kerap kali menemui kesulitan menjual hasil panennya di masa menjalankan peternakannya.
"Saya empat bulan pertama begitu, sapi saya seharusnya keluar, ini nggak bisa keluar," jelasnya dikanal Youtube PecahTelur.
Seiring waktu, Sunarto mulai menemukan bahwa untuk bisa dilirik oleh masyarakat, ia harus menghadirkan sapi, termasuk dagingnya yang berkualitas. Artinya, sebagai peternak ia harus melakukan penggemukan kepada ternaknya sebaik mungkin.