home community

JBR: Buku Tetap Jadi Inspirasi Kehidupan dan Penentu Peradaban

Kamis, 04 November 2021 - 15:10 WIB
Watiek Ideo dan karya terbarunya Cerita Si Korona (sumber: psikologi.unair.ac.id).
Keberadaan komunitas pengulas atau kritikus buku penting untuk menjaga ekosistem perbukuan. Anggotanya adalah mereka yang menikmati buku, termasuk mendiskusikannya saat bertemu secara daring maupun luring.

Salah satu komunitas kritikus buku adalah Jakarta Book Review (JBR). Pendiri JBR, Luqman Hakim Arifin mengatakan, JBR diinisiasi dan diramaikan para pegiat literasi. Komunitas pecinta buku ini menjembatani penerbit, akademisi, pembaca buku, penjual, dan banyak lagi pihak yang berkepentingan terhadap perbukuan.

Komunitas semacam ini akan memperbarui informasi buku apa yang menarik. Dalam dunia perguruan tinggi, biasanya komunitas ini berbagi informasi mengenai buku-buku yang berkaitan dengan mata kuliah atau riset terkini.

Baca Juga:Perbaiki Kualitas Literasi, IKAPI Dorong Pembaca jadi Kritikus

“Kritikus buku akan menginspirasi masyarakat untuk semakin giat membaca dan memanfaatkan buku. Merekalah yang memantik diskusi tentang perbukuan sehingga masyarakat terdorong untuk mengetahui dan membaca buku,” katanya dalam webinar 'Jakarta Book Review tentang optimasi jualan buku online'dikutip Kamis (4/11/2021).

Meski sudah ada sejak ribuan tahun lalu, buku tetap menjadi sumber ilmu. Buku tetap menjadi inspirasi kehidupan yang menentukan jatuh dan bangunnya suatu peradaban.

Menurut Luqman, satu buku yang berkualtias tidak dapat digantikan konten portal internet, karena belum tentu mengandung kedalaman atau konten audio visual yang biasanya hanya menampilkan permukaan isu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
buku komunitas literasi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya