LANGIT7.ID, Jakarta - Keberadaan komunitas pengulas atau kritikus buku penting untuk menjaga ekosistem perbukuan. Anggotanya adalah mereka yang menikmati buku, termasuk mendiskusikannya saat bertemu secara daring maupun luring.
Salah satu komunitas kritikus buku adalah Jakarta Book Review (JBR). Pendiri JBR, Luqman Hakim Arifin mengatakan, JBR diinisiasi dan diramaikan para pegiat literasi. Komunitas pecinta buku ini menjembatani penerbit, akademisi, pembaca buku, penjual, dan banyak lagi pihak yang berkepentingan terhadap perbukuan.
Komunitas semacam ini akan memperbarui informasi buku apa yang menarik. Dalam dunia perguruan tinggi, biasanya komunitas ini berbagi informasi mengenai buku-buku yang berkaitan dengan mata kuliah atau riset terkini.
Baca Juga: Perbaiki Kualitas Literasi, IKAPI Dorong Pembaca jadi Kritikus“Kritikus buku akan menginspirasi masyarakat untuk semakin giat membaca dan memanfaatkan buku. Merekalah yang memantik diskusi tentang perbukuan sehingga masyarakat terdorong untuk mengetahui dan membaca buku,” katanya dalam webinar 'Jakarta Book Review tentang optimasi jualan buku online' dikutip Kamis (4/11/2021).
Meski sudah ada sejak ribuan tahun lalu, buku tetap menjadi sumber ilmu. Buku tetap menjadi inspirasi kehidupan yang menentukan jatuh dan bangunnya suatu peradaban.
Menurut Luqman, satu buku yang berkualtias tidak dapat digantikan konten portal internet, karena belum tentu mengandung kedalaman atau konten audio visual yang biasanya hanya menampilkan permukaan isu.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Penulisan Alquran di Masa SahabatDia mengajak masyarakat untuk sama-sama melestarikan ekosistem perbukuan, kemudian menghasilkan, mendiskusikan, dan menyebarluaskan buku berkualitas.
“Kita mulai dari keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar, sehingga menjadi pembaca yang baik dan kehidupan kita menjadi lebih berkualitas,” kata Luqman.
Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kewaspadaan dan Kewarasan Menuju Kehidupan Normal(zhd)