LANGIT7.ID, Jakarta - Penulisan Alquran setelah Rasulullah wafat kembali dilakukan pada masa kekhalifahan Abu Bakar. Penulisan Alquran setelah Rasulullah wafat menghasilkan mushaf Alquran yang terstandardisasi.
Penulisan kembali ayat-ayat Alquran dipelopori oleh Umar bin Khattab pada era kekhalifahan Abu Bakar. Banyaknya
ahlul qur’an (
qurra dan
huffadz) yang wafat akibat perang Yamamah menajdi kerisauan Umar bin Khattab yang khawatir Alquran akan hilang.
Umar lalu mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar agar segera membukukan Alquran. Khalifah Abu Bakar kemudian meminta Zaid bin Tsabit mengumpulkan lembaran Alquran yang pernah ditulis di pelepah kurma, kepingan batu, kulit yang sudah disamak, dan hafalan para sahabat.
Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kewaspadaan dan Kewarasan Menuju Kehidupan NormalLembaran-lembaran Alquran yang telah sempurna tersebut kemudian diserakhan kepada khalifah hingga wafatnya. Setelah Abu Bakar tiada, lembaran Alquran yang telah terkumpul itu dipegang Umar bin Khaththab.
Pengumpulan Alquran berikutnya terjadi pada masa Khalifah Usman. Perintisannya dipicu oleh perbedaan
qiraah (cara membaca) ayat-ayat Alquran di kalangan masyarakat muslim.
Perbedaan ini menimbulkan keraguan tentang mana bacaan Alquran yang baku, yang sesuai dengan ajaran Rasulullah atau tidak. Khalifah Utsman lalu menginisiasi penulisan dan pembukuan Alquran yang terstandardisasi.
Baca Juga: Maruf Amin Dorong Peningkatan Layanan Publik Demi Kemajuan Dunia UsahaPerbedaan Mushaf Abu Bakar dan Umar terletak pada metode penyusunannya. Pada mushaf Abu Bakar, bentuk pemindahan dan penulisan ke dalam satu mushaf yang ayat-ayatnya sudah tersusun, berasal dari tulisan yang terkumpul dari kepingan-kepingan batu, pelepah kurma, dan kulit-kulit binatang.
Sedangkan mushaf Utsman menyalin kembali Mushaf yang telah tersusun pada masa Abu Bakar lalu memberikan standardisasi dan penyeragaman penulisan.
Mushaf Abu Bakar hanya mencatat bacaan yang pasti, tidak ada
nasakh bacaanya. Mencakup tujuh
qiraah. Ayat-ayat sudah disusun sesuai dengan urutannya berdasarkan petunjuk Rasulullah saw, tetapi surat demi surat belum tersusun sebagaimana mestinya. Pada Mushaf Utsman, surat-demi surat sudah tersusun.
Baca Juga: Hindari Menyimpan 7 Benda Ini di Kamar Mandi(zhd)