LANGIT7.ID, Jakarta - Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Wilayah DKI Jakarta mendorong pembaca menjadi pengulas (reviewer) dan kritikus buku. Kehadiran kritikus buku dinilai dapat mengangkat iklim literasi di tanah air, sehingga semakin banyak orang termotivasi untuk membaca buku.
“Kalau ada penulis, penerbit, toko buku, para penjual buku, harus ada kritikus buku. Dulu ada HB Jasin sebagai pengkritik sastra, sehingga sastra Indonesia berkembang,” kata Ketua Umum IKAPI Wilayah Jakarta, Himat Kurnia dalam webinar Jakarta Book Review tentang 'Optimasi Jualan Buku Online', Rabu (3/11/2021).
Menurut dia, kritikus buku sangat penting agar buku-buku yang terbit semakin berkualitas.Para pengkritik buku nantinya akan mewarnai ekosistem perbukuan sehingga kualitas karya tulis yang diproduksi semakin berbobot.
Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kewaspadaan dan Kewarasan Menuju Kehidupan NormalKurnia menekankan, kritikus buku harus mengedepankan netralitas dan independensi serta bebas dari kepentingan penerbit. Kritiknya dibangun dari kegelisahan ilmiyah, pencarian sendiri, dan berdasarkan pada niat yang tulus untuk menginspirasi masyarakat luas dalam hal perbukuan dan keilmuan.
Kritikus buku harus lahir dari ruang idealisme yang bercita-cita menghadirkan buku berbobot sesuai keinginan masyarakat luas. Mereka memberi masukan mulai kemasan, desain, tata letak, gaya bahasa, dan kualitas isi.
Termasuk konteks buku, yakni seputar apakah buku yang diulas sesuai dengan perkembangan zaman atau apa pentingnya buku yang dikaji.
Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi, Guru Didorong jadi YoutuberSementara, untuk menggiatkan kritik dan pengulasan buku, para pegiat literasi harus membangun komunitas. Anggotanya adalah mereka yang menikmati buku, termasuk mendiskusikannya saat bertemu secara daring maupun luring.
Komunitas semacam ini akan memperbarui informasi buku apa yang menarik. Dalam dunia perguruan tinggi, biasanya komunitas ini berbagi informasi mengenai buku-buku yang berkaitan dengan mata kuliah atau riset terkini. Nantinya buku akan menjadi bahan seminar dan riset.
Ada pula komunitas pecinta fiksi. Biasanya adalah kumpulan orang-orang yang menyukai kumpulan puisi dan novel. Kalau sudah berkumpul, mereka biasanya akan berlomba-lomba membacakan puisi sebagus mungkin.
“Juga menceritakan isi novel per bab. Sehingga dalam sekali kumpul, mereka akan khatam memahami satu novel,” tutur Kurnia.
Baca Juga: Maruf Amin Dorong Peningkatan Layanan Publik Demi Kemajuan Dunia Usaha(zhd)