Bagaimana Cara Mengenalkan Allah kepada Anak? Begini Penjelasan Buya Yahya
Muhajirin
Jum'at, 05 November 2021 - 10:32 WIB
ilustrasi seorang Ibu sedang mendidik anaknya (foto: langit7.id/istock)
Anak memiliki rasa penasaran yang tinggi, sehingga ia akan menanyakan soal apapun kepada orang tuanya. Termasuk pertanyaan tentang Allah. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma’arif atau akrab disapa Buya Yahya, menjelaskan tata cara mengenalkan Allah kepada anak-anak.
Kadang anak bertanya tentang Dzat Allah Ta’ala, Dia berada di mana, dan lain sebagainya. Jika anak bertanya demikian, maka Buya Yahya menyarankan agar orang tua mengalihkan perhatian anak dengan menjawab pertanyaan tersebut dengan keagungan penciptaan Allah.
“Kalau ditanya tentang Allah, coba minta dia berkedip. Lalu katakan ‘Itu yang membuat kamu berkedip adalah Allah’,” kata Buya Yahya melalui kanal Youtube-nya, dikutip Jumat (5/11/2021).
Baca Juga: Cara Menanamkan Iman kepada Allah dan Rasulullah Sejak Dini
Orang tua juga bisa memberi anak makanan enak. Setelah merasakan kelezatan makanan itu, maka giliran orang tua menyisipi pesan-pesan tauhid. Misalnya, mengatakan kepada anak bahwa yang membuat makanan itu enak adalah Allah. Bisa juga memberitahu bahwa hanya Allah yang bisa menghidupkan dan mematikan seseorang.
“Siapa yang menjadikan tidur enak? Allah. Siapa yang mencabut nyawa seseorang? Allah. Terus alihkan seperti itu. Ketika ditanya Allah di mana? Maka jawab ‘Allah yang’, bukan langsung di tempatnya. Jadi, di manapun kita berada, Allah akan selalu melihat kita,” ucap Buya Yahya.
Kadang anak bertanya tentang Dzat Allah Ta’ala, Dia berada di mana, dan lain sebagainya. Jika anak bertanya demikian, maka Buya Yahya menyarankan agar orang tua mengalihkan perhatian anak dengan menjawab pertanyaan tersebut dengan keagungan penciptaan Allah.
“Kalau ditanya tentang Allah, coba minta dia berkedip. Lalu katakan ‘Itu yang membuat kamu berkedip adalah Allah’,” kata Buya Yahya melalui kanal Youtube-nya, dikutip Jumat (5/11/2021).
Baca Juga: Cara Menanamkan Iman kepada Allah dan Rasulullah Sejak Dini
Orang tua juga bisa memberi anak makanan enak. Setelah merasakan kelezatan makanan itu, maka giliran orang tua menyisipi pesan-pesan tauhid. Misalnya, mengatakan kepada anak bahwa yang membuat makanan itu enak adalah Allah. Bisa juga memberitahu bahwa hanya Allah yang bisa menghidupkan dan mematikan seseorang.
“Siapa yang menjadikan tidur enak? Allah. Siapa yang mencabut nyawa seseorang? Allah. Terus alihkan seperti itu. Ketika ditanya Allah di mana? Maka jawab ‘Allah yang’, bukan langsung di tempatnya. Jadi, di manapun kita berada, Allah akan selalu melihat kita,” ucap Buya Yahya.