home edukasi & pesantren

Alasan Ki Hajar Dewantara Usulkan Pesantren Jadi Sistem Pendidikan Nasional

Jum'at, 05 November 2021 - 12:25 WIB
Ki Hajar Dewantara (Dok LP3M Yogyakarta)
Pada November 1928, Ki Hajar Dewantara sudah menulis satu artikel dengan judul "Sistem Pondok dan Asrama itulah Sistem Nasional" di Majalah Wasita. Menurutnya, konsep pesantren perlu dijadikan sistem pendidikan nasional.

Ki Hajar Dewantara menyebut hakikat pesantren adalah terjadinya proses interaksi intensif antara kiai dan santri, sehingga terjadi proses pengajaran dan pendidikan.

“Mulai zaman dahulu hingga sekarang kita mempunyai rumah pengajaran yang juga menjadi rumah pendidikan, yaitu kalau sekarang disebut pondok pesantren. Kalau zaman dulu dinamakan priwatan atau asrama. Sifat pesantren atau pondok dan asrama yaitu rumah kiai guru (Ki Hajar), yang dipakai buat pondokan santri-santri (cantrik-cantrik) dan buat rumah pengajaran juga. Di situ karena guru dan murid tiap hari, siang malam berkumpul jadi satu, maka pengajaran dengan sendiri selalu berhubungan dengan pendidikan,” demikian kutipan Ki Hajar Dewantara.

Pada 1922, Ki Hajar juga pernah menyampaikan kritik konsep pendidikan kolonial dalam bentuk sekolah. Konsep pendidikan Belanda itu hanya menghasilkan lulusan bermental buruh. Dari situ, Ki Hajar mendirikan Taman Siswa sebagai tandingan untuk sekolah ala Belanda.

Baca Juga: Ki Hajar Dewantara Ternyata Pernah Jadi Santri Hingga Hafal 30 Juz Al-Quran



“Pendidikan yang selama ini diterima orang Indonesia dari Barat jauh dari kebal terhadap pengaruh-pengaruh politik kolonial. Singkatnya, pendidikan yang ada hanya untuk kepentingan pemerintah kolonial dan bersifat tetap semenjak zaman VOC meskipun di bawah politik etika.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pondok pesantren kurikulum pesantren ki hajar dewantara
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya