PWNU Jakarta Minta Tokoh Agama Menjadi Garda Depan Vaksinasi Massal
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 05 November 2021 - 18:54 WIB
Pelaksanaan vaksinasi massal terus digenjot untuk mempercepat kekebalan komunal. (foto: istimewa)
Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdhlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Ma' arif meminta tokoh agama bisa menjadi garda terdepan dalam mensukseskan vaksinasi massal.
Langkah ini diperlu dilakukan agar kekebalan komunal bisa segera tercipta untuk menghindari adanya gelombang ketiga Covid-19.
"Tokoh agama dan tokoh masyarakat harus menjadi corong untuk mensukseskan vaksinasi," ujar KH Samsul Ma'arif, Jumat (5/11).
Baca juga:Kemenkes : Vaksinasi COVID-19 pada Anak Diperkirakan Awal Tahun 2022
Menurut KH Samsul Ma' arif, vaksinasi wajib hukumnya karena kalau tidak vaksin akan menbahayakan diri sendiri dan orang lain, sehingga masyarakat masyarakat harus berikhtiar untuk vaksinasi dan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
“Vaksinasi harus digenjot. Saya minta tokoh agama menjadi garda terdepan dalam mensukseskan vaksinasi,” katanya, seperti dilansir antaranews.
Samsul Mu'arif menginghatkan, meskipun di Jakarta saat ini sudah berstatus PPKM level1, tapi warga tidak boleh abai pada protokol kesehatan. Dengan terus menerapkan protokol kesehatan, kata dia, juga untuk mencegah munculnya Covid-19 gelombang ketiga," katanya.
Langkah ini diperlu dilakukan agar kekebalan komunal bisa segera tercipta untuk menghindari adanya gelombang ketiga Covid-19.
"Tokoh agama dan tokoh masyarakat harus menjadi corong untuk mensukseskan vaksinasi," ujar KH Samsul Ma'arif, Jumat (5/11).
Baca juga:Kemenkes : Vaksinasi COVID-19 pada Anak Diperkirakan Awal Tahun 2022
Menurut KH Samsul Ma' arif, vaksinasi wajib hukumnya karena kalau tidak vaksin akan menbahayakan diri sendiri dan orang lain, sehingga masyarakat masyarakat harus berikhtiar untuk vaksinasi dan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
“Vaksinasi harus digenjot. Saya minta tokoh agama menjadi garda terdepan dalam mensukseskan vaksinasi,” katanya, seperti dilansir antaranews.
Samsul Mu'arif menginghatkan, meskipun di Jakarta saat ini sudah berstatus PPKM level1, tapi warga tidak boleh abai pada protokol kesehatan. Dengan terus menerapkan protokol kesehatan, kata dia, juga untuk mencegah munculnya Covid-19 gelombang ketiga," katanya.