home edukasi & pesantren

Waspadai Demotivasi pada Anak akibat Pendidikan Model Jarak Jauh

Jum'at, 16 Juli 2021 - 22:36 WIB
Ilustrasi anak-anak yang kehilangan motivasi belajar karena tidak berangkat sekolah dalam waktu yang sangat lama. Foto: Langit7.id/iStock
Masyarakat Indonesia mulai akrab dengan mahluk bernama corona yang masuk ke Tanah Air sejak Maret 2020. Seluruh rakyat Indonesia menetapkan bulantersebutsebagai muara berbagai permasalahan di negeri ini.

Lembaga pendidikan mengikuti komando pusat untuk meniadakan pelajaran tatap muka demi keselamatan anak-anak. Babak baru dalam dunia pendidikan pun di mulai, yakni belajar daring.

Sejak daring menjadi akrab bagi anak-anak,baik di tingkat sekolah dasar hingga mahasiswa, harus bersinggungan dengan jaringan internet untuk mendapatkan materi pelajaran. Seolah memudahkan, namun di balik hal tersebut ada masalah yang harus diwaspai para pendidik dan orang tua.

Jika dulu isunya adalah cara orang tua mendampingi anak selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), namun makin ke sini melihat ada yanghilang atau dikenal dengan istilah learning loss. Dalam kolaborasi Sonora dengan Nakita.id dalam Sonora Parenting, Editor in Chief Nakita.id, David Togatorop, menjelaskan, learning loss adalah sebuah kehilangan atau keterbatasan pengetahuan yang terjadi karena adanya hambatan.

"Kita mengacu pada kehilangan nilai akademis. Namun, perlu digarisbawahi, loss itu bukan hanya kehilangan nilai akademis saja atau penurunan nilai raport tapi ada faktor loss lain yang harus diwaspadai, karena sama bahayanya," kata David dalam tayangan Youtube Sorona FM, dikutip Jumat (16/7/2021)

David memaparkan, sebuah hasil peneletian yang menyebutkan usia anak sekolah dasar kehilangan waktu enam bulan sama saja dengan hilang asupan edukasi selama satu setengah sampai dua tahun. Belajar enam bulan di rumah, kata dia, sama dengan kehilangan asupan pengetahuan satu sampai dua tahun.

"Padahal, kita sekarang sudah berapa bulan? Learning loss ini bukan hanya berpengaruh pada akademik saja, tapi juga tentang pengembangan karakter," ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pandemi pendidikan anak sekolah david togatorop pendidikan jarak jauh
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya