Food Bank - Garda Pangan Gerakan Hebat Agar Makanan Tidak Mubazir
Muhammad rifai akif
Senin, 08 November 2021 - 12:28 WIB
Iustrasi Food Bank. Foto : LANGIT7/iStock
Sahabat Langit7 pasti pernah datang ke acara resepsi pernikahan di gedung atau hotel berbintang. Umumnya, resepsi yang diadakan di tempat mewah makanan yang tersedia sangat berlimpah. Tapi tahukah Anda, kemana akhir dari makanan yang berlimpah tersebut?
Banyak yang tidak menyadari makanan banyak terbuang dari industri catering, industri hospitality, bakery atau industri makanan lainnya. Standar Operasional Prosedur umumnya yang menjadi faktor makanan lewat satu hari harus dibuang.
Pasangan wirausaha yang bergerak di bidang katering di Surabaya, Dedhy Baroto dan Indah Audivtia, merasakan kegelisahan yang terjadi terhadap makanan berlebih saat acara selesai.
Baca juga : 5 Makanan Ini Jadi Penyebab Bau Badan, Kopi Salah Satunya
Pasalnya makanan berlebih tersebut sebetulnya sangat layak untuk dikonsumsi oleh manusia, seperti yang disampaikan Humas Garda Pangan Titis Jiyan Fitrianti Firmansyah kepada Langit7, Senin, (8/11/2021).
"Kami menyebutnya makanan berlebih, bukan makanan sisa. Entah karena aturan atau SOP makanan itu harus dibuang dan itu mubazir sekali."
Berawal dari kegundahan Dedhy dan Indah yang menjadi cikal bakal tumbuhnya gerakan Garda Pangan. Kegundahan ini timbul karena masih banyak orang di Indonesia yang membutuhkan makanan, tapi mereka (beberapa) justru membuangnya begitu saja.
Banyak yang tidak menyadari makanan banyak terbuang dari industri catering, industri hospitality, bakery atau industri makanan lainnya. Standar Operasional Prosedur umumnya yang menjadi faktor makanan lewat satu hari harus dibuang.
Pasangan wirausaha yang bergerak di bidang katering di Surabaya, Dedhy Baroto dan Indah Audivtia, merasakan kegelisahan yang terjadi terhadap makanan berlebih saat acara selesai.
Baca juga : 5 Makanan Ini Jadi Penyebab Bau Badan, Kopi Salah Satunya
Pasalnya makanan berlebih tersebut sebetulnya sangat layak untuk dikonsumsi oleh manusia, seperti yang disampaikan Humas Garda Pangan Titis Jiyan Fitrianti Firmansyah kepada Langit7, Senin, (8/11/2021).
"Kami menyebutnya makanan berlebih, bukan makanan sisa. Entah karena aturan atau SOP makanan itu harus dibuang dan itu mubazir sekali."
Berawal dari kegundahan Dedhy dan Indah yang menjadi cikal bakal tumbuhnya gerakan Garda Pangan. Kegundahan ini timbul karena masih banyak orang di Indonesia yang membutuhkan makanan, tapi mereka (beberapa) justru membuangnya begitu saja.