Pengamat Militer: 5 Fokus TNI di Bawah Andika Perkasa
Jaja Suhana
Senin, 08 November 2021 - 17:55 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memberangkatkan 50 prajurit TNI AD untuk mengikuti latihan bersama Safkar Indopura ke-33 dengan tentara Singapura. Foto: TNI AD
Perang siber menjadi salah satu fokus utama KSAD Jenderal Andika Perkasadalam memimpin Tentara Nasional Indonesia (TNI) terkait pertahanan negara. Hal tersebut seperti yang diutarakan pengamat Militer dan Intelejen Susaningtyas NH Kertopati.
Menurutnya, ada beberapa fokus yang harus dibangun TNI di bawah pimpinan Andika Perkasa lebih kurang selama 12 bulan ke depan. Pertama, sosok panglima TNI agar disegani dunia internasional.
Baca Juga:Lulus Uji Kelayakan, Paripurna DPR Setujui Jenderal Andika sebagai Calon Panglima TNI
"Kedua, kualitas prajurit TNI harus dibangun agar setara dengan negara lain, apa lagi tidak dapat dihindari tentang adanya perang siber," kata Susaningtyas yang akrab disapa Nuning kepada Langit7.id, Senin (8/11/2021).
Ketiga, kata dia, kualitas prajurit TNI harus disesuaikan dengan perkembangan industri 4.0. proses pendidikan harus memanfaatkan teknologi informasi dan digitalisasi. Selain itu, prajurit TNI harus mengerti terkait perkembangan teknologi militer terkini.
"Seperti pengoperasian robot militer, artificial intellegent maupun cyber defence. Oleh karena itu penting bagi TNI merekrut para pemuda dan pemudi yang memiliki intelegensi tinggi," ungkapnya.
Baca Juga:TNI AD Pastikan Tes Keperawanan Calon Pajurit Wanita Tak Berlaku
Menurutnya, ada beberapa fokus yang harus dibangun TNI di bawah pimpinan Andika Perkasa lebih kurang selama 12 bulan ke depan. Pertama, sosok panglima TNI agar disegani dunia internasional.
Baca Juga:Lulus Uji Kelayakan, Paripurna DPR Setujui Jenderal Andika sebagai Calon Panglima TNI
"Kedua, kualitas prajurit TNI harus dibangun agar setara dengan negara lain, apa lagi tidak dapat dihindari tentang adanya perang siber," kata Susaningtyas yang akrab disapa Nuning kepada Langit7.id, Senin (8/11/2021).
Ketiga, kata dia, kualitas prajurit TNI harus disesuaikan dengan perkembangan industri 4.0. proses pendidikan harus memanfaatkan teknologi informasi dan digitalisasi. Selain itu, prajurit TNI harus mengerti terkait perkembangan teknologi militer terkini.
"Seperti pengoperasian robot militer, artificial intellegent maupun cyber defence. Oleh karena itu penting bagi TNI merekrut para pemuda dan pemudi yang memiliki intelegensi tinggi," ungkapnya.
Baca Juga:TNI AD Pastikan Tes Keperawanan Calon Pajurit Wanita Tak Berlaku