LANGIT7.ID, Jakarta - Perang siber menjadi salah satu fokus utama
KSAD Jenderal Andika Perkasa dalam memimpin Tentara Nasional Indonesia (TNI) terkait pertahanan negara. Hal tersebut seperti yang diutarakan pengamat Militer dan Intelejen Susaningtyas NH Kertopati.
Menurutnya, ada beberapa fokus yang harus dibangun TNI di bawah pimpinan Andika Perkasa lebih kurang selama 12 bulan ke depan. Pertama, sosok panglima TNI agar disegani dunia internasional.
Baca Juga: Lulus Uji Kelayakan, Paripurna DPR Setujui Jenderal Andika sebagai Calon Panglima TNI"Kedua, kualitas prajurit TNI harus dibangun agar setara dengan negara lain, apa lagi tidak dapat dihindari tentang adanya perang siber," kata Susaningtyas yang akrab disapa Nuning kepada
Langit7.id, Senin (8/11/2021).
Ketiga, kata dia, kualitas prajurit TNI harus disesuaikan dengan perkembangan industri 4.0. proses pendidikan harus memanfaatkan teknologi informasi dan digitalisasi. Selain itu, prajurit TNI harus mengerti terkait perkembangan teknologi militer terkini.
"Seperti pengoperasian robot militer,
artificial intellegent maupun
cyber defence. Oleh karena itu penting bagi TNI merekrut para pemuda dan pemudi yang memiliki intelegensi tinggi," ungkapnya.
Baca Juga: TNI AD Pastikan Tes Keperawanan Calon Pajurit Wanita Tak BerlakuNuning menegaskan, panglima TNI yang baru juga harus meningkatkan kualitas kemampuan personal prajurit baik di bidang akademik, komunikasi, dan metodologi. Hal tersebut diperlukan dalam rangka senantiasa mengedepankan perspektif ilmiah dalam penyelenggaraan operasi militer.
"Terakhir (kelima) kemampuan berbahasa asing juga harus ditingkatkan. Kemampuan berbahasa internasional sangat penting terutama bagi Tamtama dan Bintara. Komunikasi antarbudaya juga penting karena TNI berperan dalam menghadapi radikalisme maupun gejolak sparatis," ujarnya.
Baca Juga:
MPR: Komando Cadangan Bukan Wajib Militer, Sukarela Bela Negara
Kemalsyah, Perwira TNI Pandai Dakwah dan Berakhlak Karimah(asf)