L'Ambiance Berdayakan Ponpes Hasilkan Produk Berdaya Saing Global
Mahmuda attar hussein
Senin, 15 November 2021 - 10:30 WIB
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki . Foto: Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki
CV L'Ambiance, salah satu perusahaan furnitur dan kerajinan Indonesia berorientasi ekspor, mulai memberdayakan pondok pesantren (ponpes) untuk bisa menghasilkan produk furnitur berkualitas dan berdaya saing global.
Dalam hal ini, L'Ambiance menerapkan Community Development Model. Di mana dalam model tersebut, L'Ambiance bekerja sama dengan koperasi, ponpes (santri), hingga komunitas pemuda, di daerah terpencil, untuk dididik dan dibina memproduksi furnitur berkualitas ekspor.
Baca juga: Ponpes di Malang Miliki Ekskul Motocross, Santri Geber Prestasi hingga PON Papua
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengapresiasi langkah yang dilakukan L'Ambiance tersebut. Menurutnya, langkah itu bisa dijadikan role model untuk bisa diterapkan di daerah lain.
"Di sini, L'Ambiance juga berperan sebagai offtaker dari produk yang sudah dihasilkan para santri dan pemuda lainnya. Termasuk melakukan pendampingan proses produksi hingga finishing," kata Teten, saat berkunjung ke pabrik furnitur L'Ambiance, Susukan, Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (13/11).
Teten menyebutkan, model L'Ambiance dapat dikembangkan menjadi inkubator bisnis yang mampu melahirkan jiwa kewirausahaan. Untuk itu, Teten meminta agar para santri dan pemuda di L'Ambiance agar dapat mendirikan koperasi.
"Pasarnya sudah ada, offtaker ada, tinggal mereka berkoperasi agar mendapat tambahan pendampingan dari Kementerian Koperasi dan UKM," tambahnya.
Dalam hal ini, L'Ambiance menerapkan Community Development Model. Di mana dalam model tersebut, L'Ambiance bekerja sama dengan koperasi, ponpes (santri), hingga komunitas pemuda, di daerah terpencil, untuk dididik dan dibina memproduksi furnitur berkualitas ekspor.
Baca juga: Ponpes di Malang Miliki Ekskul Motocross, Santri Geber Prestasi hingga PON Papua
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengapresiasi langkah yang dilakukan L'Ambiance tersebut. Menurutnya, langkah itu bisa dijadikan role model untuk bisa diterapkan di daerah lain.
"Di sini, L'Ambiance juga berperan sebagai offtaker dari produk yang sudah dihasilkan para santri dan pemuda lainnya. Termasuk melakukan pendampingan proses produksi hingga finishing," kata Teten, saat berkunjung ke pabrik furnitur L'Ambiance, Susukan, Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (13/11).
Teten menyebutkan, model L'Ambiance dapat dikembangkan menjadi inkubator bisnis yang mampu melahirkan jiwa kewirausahaan. Untuk itu, Teten meminta agar para santri dan pemuda di L'Ambiance agar dapat mendirikan koperasi.
"Pasarnya sudah ada, offtaker ada, tinggal mereka berkoperasi agar mendapat tambahan pendampingan dari Kementerian Koperasi dan UKM," tambahnya.