Langit7, Jakarta - CV L'Ambiance, salah satu perusahaan furnitur dan kerajinan Indonesia berorientasi ekspor, mulai memberdayakan pondok pesantren (ponpes) untuk bisa menghasilkan produk furnitur berkualitas dan berdaya saing global.
Dalam hal ini, L'Ambiance menerapkan
Community Development Model. Di mana dalam model tersebut, L'Ambiance bekerja sama dengan koperasi, ponpes (santri), hingga komunitas pemuda, di daerah terpencil, untuk dididik dan dibina memproduksi furnitur berkualitas ekspor.
Baca juga: Ponpes di Malang Miliki Ekskul Motocross, Santri Geber Prestasi hingga PON PapuaMenteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengapresiasi langkah yang dilakukan L'Ambiance tersebut. Menurutnya, langkah itu bisa dijadikan
role model untuk bisa diterapkan di daerah lain.
"Di sini, L'Ambiance juga berperan sebagai
offtaker dari produk yang sudah dihasilkan para santri dan pemuda lainnya. Termasuk melakukan pendampingan proses produksi hingga
finishing," kata Teten, saat berkunjung ke pabrik furnitur L'Ambiance, Susukan, Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (13/11).
Teten menyebutkan, model L'Ambiance dapat dikembangkan menjadi inkubator bisnis yang mampu melahirkan jiwa kewirausahaan. Untuk itu, Teten meminta agar para santri dan pemuda di L'Ambiance agar dapat mendirikan koperasi.
"Pasarnya sudah ada, offtaker ada, tinggal mereka berkoperasi agar mendapat tambahan pendampingan dari Kementerian Koperasi dan UKM," tambahnya.
Baca juga: Nyantri di Pesantren ini Bisa Jadi Barista, Olah Kopi Unggulan Khas JemberSeperti diketahui, CV L’Ambiance merekrut sekitar 50 santri atau pemuda di setiap gelombang pelatihannya. Rencananya, pelatihan tersebut akan ditingkatkan dengan merekrut sebanyak 100 orang peserta.
Berbagai jenis produk mebel yang diproduksi para santri peserta pelatihan produksi furnitur di CV L'ambiance Salatiga, juga siap diluncurkan ke pasar ekspor untuk memenuhi permintaan konsumen di kawasan Eropa.
(zul)