Profil Pesantren
Kurikulum KMI Gontor: 100 Persen Ilmu Agama, 100 Persen Ilmu Umum
Muhajirin
Senin, 15 November 2021 - 14:27 WIB
Pondok Modern Darussalam Gontor (foto: gontor.ac.id)
Pada 2 Maret 1978, Presiden Soeharto berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Ia datang untuk meresmikan Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor.
Dalam kunjungan tersebut Pak Harto bertanya kepada Pengasuh Gontor KH Imam Zarkasyi tentang sistem pembelajaran atau kurikulum yang diterapkan di Gontor.
KH Imam Zarkasyi menjawab, “100 persen agama dan 100 umum.”
Pak Harto heran mendengar jawaban tersebut. Ia tak yakin para santri mampu menerima sistem tersebut.
KH Imam Zarkasyi lalu menjelaskan, Gontor menggunakan kurikulum Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI). Kurikulum itu terdiri dari Ilmu pengetahuan umum 100 persen dan ilmu pengetahuan agama 100 persen. Artinya, antara ilmu agama dan ilmu umum tidak dapat dipisahkan. Semuanya ilmu Islam. Semua bersumber dari Allah dengan segala ciptaan-Nya atau segala sesuatu yang lahir dari ciptaan-Nya.
Secara mendasar, tujuan pengajaran kedua macam ilmu tersebut untuk membekali santri dengan dasar-dasar ilmu menuju kesempurnaan (Insan kamil). Kurikulum KMI tidak terbatas pada pelajaran di kelas saja, melainkan keseluruhan kegiatan di dalam dan di luar kelas merupakan proses pendidikan yang tak terpisahkan.
KMI merupakan lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program akademis bagi santri Gontor pada jenjang pendidikan menengah, dengan masa belajar 6 atau 4 tahun. Jenjang itu setingkat Tsanawiyah dan Aliyah.
Dalam kunjungan tersebut Pak Harto bertanya kepada Pengasuh Gontor KH Imam Zarkasyi tentang sistem pembelajaran atau kurikulum yang diterapkan di Gontor.
KH Imam Zarkasyi menjawab, “100 persen agama dan 100 umum.”
Pak Harto heran mendengar jawaban tersebut. Ia tak yakin para santri mampu menerima sistem tersebut.
KH Imam Zarkasyi lalu menjelaskan, Gontor menggunakan kurikulum Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI). Kurikulum itu terdiri dari Ilmu pengetahuan umum 100 persen dan ilmu pengetahuan agama 100 persen. Artinya, antara ilmu agama dan ilmu umum tidak dapat dipisahkan. Semuanya ilmu Islam. Semua bersumber dari Allah dengan segala ciptaan-Nya atau segala sesuatu yang lahir dari ciptaan-Nya.
Secara mendasar, tujuan pengajaran kedua macam ilmu tersebut untuk membekali santri dengan dasar-dasar ilmu menuju kesempurnaan (Insan kamil). Kurikulum KMI tidak terbatas pada pelajaran di kelas saja, melainkan keseluruhan kegiatan di dalam dan di luar kelas merupakan proses pendidikan yang tak terpisahkan.
KMI merupakan lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program akademis bagi santri Gontor pada jenjang pendidikan menengah, dengan masa belajar 6 atau 4 tahun. Jenjang itu setingkat Tsanawiyah dan Aliyah.