Ini Pesan Menag Yaqut di Hari Toleransi Internasional
Jaja Suhana
Selasa, 16 November 2021 - 14:43 WIB
Cucu muslim melayu dengan pakaian adat menunjukkan isyarat minta maaf kepada kakek hajinya saat perayaan Idul Fitri. Foto: iStock.
Tanggal 16 November selalu diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional atau International Day of Tolerance. Peringatan ini didasarkan pada hasil kesepakatan dari Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1995.
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat memeringati Hari Toleransi Internasional. Menurut dia, inti peringatan ini adalah merayakan keberagaman dan toleransi dalam wujud nyata serta untuk memastikan bahwa semua orang memahami pentingnya memberi ruang satu sama lain.
“Setiap kita perlu terus menumbuhkan kesadaran bahwa keragaman agama, bahasa, budaya, dan etnis bukanlah dalih untuk konflik, tetapi kekayaan umat manusia. Keragaman adalah kekayaan,” ujar Yaqut dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/11/2021).
Baca Juga:Ini Orasi 4 Profesor Riset yang Dikukuhkan Kemenag
“Keragamaan adalah potensi bagi kita untuk saling mengenal dan berkolaborasi dalam kebaikan dan mewujudkan kemaslahatan bersama. Sebab, mereka yang bukan seiman adalah saudara dalam kemanusiaan,” sambungnya.
Mantan Ketua Umum GP Ansor ini berharap ASN, utamanya di Kementerian Agama, bisa menjadi pelopor dalam penguatan moderasi beragama. Ia juga mengajak para tokoh agama, akademisi, tokoh pemuda, dosen, guru, dan penyuluh agama, serta kalangan milenial untuk bersinergi dalam diseminasi dan gerakan meningkatkan toleransi antarumat melalui semua saluran. "Perbedaan adalah fitrah," katanya.
Baca Juga:Lembaga Dakwah PBNU Ajak Dai Gencarkan Bahaya Miras
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat memeringati Hari Toleransi Internasional. Menurut dia, inti peringatan ini adalah merayakan keberagaman dan toleransi dalam wujud nyata serta untuk memastikan bahwa semua orang memahami pentingnya memberi ruang satu sama lain.
“Setiap kita perlu terus menumbuhkan kesadaran bahwa keragaman agama, bahasa, budaya, dan etnis bukanlah dalih untuk konflik, tetapi kekayaan umat manusia. Keragaman adalah kekayaan,” ujar Yaqut dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/11/2021).
Baca Juga:Ini Orasi 4 Profesor Riset yang Dikukuhkan Kemenag
“Keragamaan adalah potensi bagi kita untuk saling mengenal dan berkolaborasi dalam kebaikan dan mewujudkan kemaslahatan bersama. Sebab, mereka yang bukan seiman adalah saudara dalam kemanusiaan,” sambungnya.
Mantan Ketua Umum GP Ansor ini berharap ASN, utamanya di Kementerian Agama, bisa menjadi pelopor dalam penguatan moderasi beragama. Ia juga mengajak para tokoh agama, akademisi, tokoh pemuda, dosen, guru, dan penyuluh agama, serta kalangan milenial untuk bersinergi dalam diseminasi dan gerakan meningkatkan toleransi antarumat melalui semua saluran. "Perbedaan adalah fitrah," katanya.
Baca Juga:Lembaga Dakwah PBNU Ajak Dai Gencarkan Bahaya Miras