Memenangkan Hati di Laga dan Kompetisi
Djaka susila
Rabu, 17 November 2021 - 07:05 WIB
Pemimpin Redaksi Langit7.id Djaka Susila. Foto: Pribadi
Kemenangan membuat atlet atau tim olahraga bahagia. Kekalahan memunculkan rasa sedih atau bahkan bersalah. Dalam sebuah pertadingan atau laga juga dalam sebuahkompetisi, kemenangan dan kekalahan menjadi bagian penting dari cerita.
Ada yang kalah dan ada yang manang, pun kadang ada hasil imbang. Yang menang semestinya tidak usah berlebihan dalam berbahagia. Karena kemenangan bisa diraih karena ada pihak yang kalah. Sehingga semestinya, atlet atau tim yang menang bisa memberikan rasa hormat kepada pihak yang kalah. Tanpa ada yang kalah, kemenangan pun juga tidak ada.
Kita juga kadang menyisihkan cerita atau kisah proses meraih kemenangan atau bahkan kekalahan dalam pertandingan. Ada sikap dari atlet atau tim olahraga sebelum, saat, dan setelah bertanding. Jadi penyebab kemenangan atau kekalahan bukan saat bertanding saja. Ada penyebab sebelum pertandingan. Juga bagaimana dalam menyikapi hasil pertandingan, baik kalah dan menang.
Ada banyak kisah yang bisa jadi lebih bermakna dari sekadar menang atau kalah. Ada pesan lain dalam setiap olahraga pada sebelum, saat, dan setelah pertandingan. Paolo di Canio mungkin akan selamanya dicap pesepak bola bengal jika pada 16 Desember 2000 tetap memasukkan bola kegawang Paul Gerrard yang sedang terkapar cedera seusai menghalau bola.
Pada laga di Goodison Park, kandang Everton, West Ham United mempunyai peluang besar unggul 2-1 jika di Canio menyepak bola ke gawang Everton yang sudah kosong. Namun di Canio memilih menangkap bola dan meminta wasit menghentikan pertandingan untuk menolong Paul Gerrard yang mengerang sakit karena cedera.
West Ham United gagal meraih tiga poin. Namun, West Ham United dan si pemain bengalnya mendapat pujian luar biasa. Cap sebagai pemain bengal pun sirna dan berganti pada cap sebagai pemain paling sportif dunia.
Roger Casugay, atlet selancar air dari Filipina juga memilih memupuskan peluang meraih emas pada SEA Games 2019 lalu untuk menyelamatkan atlet peselancar Indonesia, Arip Nurhidayat.
Ada yang kalah dan ada yang manang, pun kadang ada hasil imbang. Yang menang semestinya tidak usah berlebihan dalam berbahagia. Karena kemenangan bisa diraih karena ada pihak yang kalah. Sehingga semestinya, atlet atau tim yang menang bisa memberikan rasa hormat kepada pihak yang kalah. Tanpa ada yang kalah, kemenangan pun juga tidak ada.
Kita juga kadang menyisihkan cerita atau kisah proses meraih kemenangan atau bahkan kekalahan dalam pertandingan. Ada sikap dari atlet atau tim olahraga sebelum, saat, dan setelah bertanding. Jadi penyebab kemenangan atau kekalahan bukan saat bertanding saja. Ada penyebab sebelum pertandingan. Juga bagaimana dalam menyikapi hasil pertandingan, baik kalah dan menang.
Ada banyak kisah yang bisa jadi lebih bermakna dari sekadar menang atau kalah. Ada pesan lain dalam setiap olahraga pada sebelum, saat, dan setelah pertandingan. Paolo di Canio mungkin akan selamanya dicap pesepak bola bengal jika pada 16 Desember 2000 tetap memasukkan bola kegawang Paul Gerrard yang sedang terkapar cedera seusai menghalau bola.
Pada laga di Goodison Park, kandang Everton, West Ham United mempunyai peluang besar unggul 2-1 jika di Canio menyepak bola ke gawang Everton yang sudah kosong. Namun di Canio memilih menangkap bola dan meminta wasit menghentikan pertandingan untuk menolong Paul Gerrard yang mengerang sakit karena cedera.
West Ham United gagal meraih tiga poin. Namun, West Ham United dan si pemain bengalnya mendapat pujian luar biasa. Cap sebagai pemain bengal pun sirna dan berganti pada cap sebagai pemain paling sportif dunia.
Roger Casugay, atlet selancar air dari Filipina juga memilih memupuskan peluang meraih emas pada SEA Games 2019 lalu untuk menyelamatkan atlet peselancar Indonesia, Arip Nurhidayat.