home global news

China: Perang AS 20 Tahun di Afghanistan Tak Bawa Perdamaian

Ahad, 18 Juli 2021 - 03:25 WIB
Ilustrasi. (Foto file - Anadolu Agency)
China mengatakan perang Amerika Serikat (AS) selama 20 tahun di Afghanistan tidak membawa perdamaian ke negara yang menyaksikan puluhan ribu warganya terbunuh itu.

Harapan China untuk masa depan Afghanistan adalah membangun rezim yang luas dan inklusif dan menerapkan kebijakan Muslim yang bijaksana. Selain itu, Afghanistan harus tegas memerangi semua terorisme dan tren ekstrem serta berkomitmen untuk hidup berdampingan secara bersahabat dengan semua negara tetangga.

"Ketika Amerika Serikat menarik diri dari Afghanistan hari ini, itu harus mencerminkan perannya dalam masalah Afghanistan dan mempertimbangkan bagaimana memenuhi kewajibannya untuk rekonsiliasi dan rekonstruksi Afghanistan,” kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam kunjungannya ke Tajikistan, dilansir Anadolu Agency, Sabtu (17/7/2021)

Menteri mengatakan China memiliki tiga keharusan ketika datang ke Afghanistan. Pertama, untuk menghindari perluasan perang di Afghanistan, terutama untuk mencegah perang saudara skala penuh di Afghanistan.

Kedua, untuk memulai kembali negosiasi internal Afghanistan sesegera mungkin untuk mencapai rekonsiliasi politik. Ketiga, untuk mencegah berbagai kekuatan teroris mengambil kesempatan untuk duduk di Afghanistan.

Wang mengatakan China mendukung semua upaya yang kondusif terhadap realisasi tujuan tersebut serta bersedia untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak, melakukan mediasi diplomatik dan menyediakan fasilitas yang diperlukan. Pernyataan Wang muncul usai AS dan pasukan sekutu keluar dari Afghanistan setelah memerangi Taliban selama dua dekade.

AS dan Taliban menandatangani kesepakatan pada Februari tahun lalu, membuka jalan bagi pasukan asing untuk menarik diri dari Afghanistan, pembebasan tahanan, penghapusan para pemimpin Taliban dari daftar hitam teror dan dukungan internasional untuk membangun kembali negara itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
afghanistan china jerman amerika serikat perdamaian
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya