Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

China: Perang AS 20 Tahun di Afghanistan Tak Bawa Perdamaian

Garry Talentedo Kesawa Ahad, 18 Juli 2021 - 03:25 WIB
China: Perang AS 20 Tahun di Afghanistan Tak Bawa Perdamaian
Ilustrasi. (Foto file - Anadolu Agency)
LANGIT7.ID, Jakarta - China mengatakan perang Amerika Serikat (AS) selama 20 tahun di Afghanistan tidak membawa perdamaian ke negara yang menyaksikan puluhan ribu warganya terbunuh itu.

Harapan China untuk masa depan Afghanistan adalah membangun rezim yang luas dan inklusif dan menerapkan kebijakan Muslim yang bijaksana. Selain itu, Afghanistan harus tegas memerangi semua terorisme dan tren ekstrem serta berkomitmen untuk hidup berdampingan secara bersahabat dengan semua negara tetangga.

"Ketika Amerika Serikat menarik diri dari Afghanistan hari ini, itu harus mencerminkan perannya dalam masalah Afghanistan dan mempertimbangkan bagaimana memenuhi kewajibannya untuk rekonsiliasi dan rekonstruksi Afghanistan,” kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam kunjungannya ke Tajikistan, dilansir Anadolu Agency, Sabtu (17/7/2021)

Menteri mengatakan China memiliki tiga keharusan ketika datang ke Afghanistan. Pertama, untuk menghindari perluasan perang di Afghanistan, terutama untuk mencegah perang saudara skala penuh di Afghanistan.

Kedua, untuk memulai kembali negosiasi internal Afghanistan sesegera mungkin untuk mencapai rekonsiliasi politik. Ketiga, untuk mencegah berbagai kekuatan teroris mengambil kesempatan untuk duduk di Afghanistan.

Wang mengatakan China mendukung semua upaya yang kondusif terhadap realisasi tujuan tersebut serta bersedia untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak, melakukan mediasi diplomatik dan menyediakan fasilitas yang diperlukan. Pernyataan Wang muncul usai AS dan pasukan sekutu keluar dari Afghanistan setelah memerangi Taliban selama dua dekade.

AS dan Taliban menandatangani kesepakatan pada Februari tahun lalu, membuka jalan bagi pasukan asing untuk menarik diri dari Afghanistan, pembebasan tahanan, penghapusan para pemimpin Taliban dari daftar hitam teror dan dukungan internasional untuk membangun kembali negara itu.

Keluarnya pasukan asing menyebabkan Taliban meningkatkan tekanan pada pemerintahan Kabul dengan banyak distrik jatuh ke tangan mereka. Selain mengambil alih pemerintahan distrik, Taliban melanjutkan diplomasinya dengan mengirim delegasi ke Iran dan Rusia.

Jerman Tak Mampu Bangun Negara di Afghanistan

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang juga mencakup Jerman tidak dapat membangun sebuah negara di Afghanistan setelah perang selama 20 tahun. Pernyataan Merkel disampaikan dalam konferensi pers bersama dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih.

Penarikan AS dari Afghanistan diharapkan akan selesai pada akhir Agustus. Proses tersebut telah mencapai 95 persen, kata pejabat militer AS awal pekan ini. "Selama bertahun-tahun, kami telah memberi bantuan bersama di Afghanistan. Kami telah mampu menahan, sampai tingkat tertentu, bahaya teroris, tetapi sayangnya kami belum mampu membangun sebuah negara seperti yang kami inginkan," kata Merkel.

Jerman memiliki "kemitraan yang baik" dengan Amerika Serikat, dan terjadi "kontak yang sangat baik" antara pasukan Jerman dan AS, tambah Merkel. Bersamaan dengan penarikan AS yang hampir selesai, Berlin telah menarik tentara terakhir yang tersisa di Afghanistan pada akhir bulan lalu setelah hampir dua dekade beroperasi, sekaligus mengakhiri operasi militer paling mematikan sejak Perang Dunia II.

Berlin memiliki kontingen pasukan terbesar kedua di Afghanistan setelah AS, dengan sekitar 160.000 tentara dilaporkan dikerahkan selama dua dekade terakhir. Sebanyak 59 tentara Jerman tewas di Afghanistan, termasuk 35 orang dalam operasi tempur. Misi militer di Afghanistan menghabiskan dana, yang dianggap merugikan pembayar pajak Jerman, sekitar €12,5 miliar (USD14,8 miliar).

Pada hari Rabu, Jerman menyuarakan dukungan kuat kepada pemerintah Afghanistan yang sedang berperang dengan gerilyawan Taliban, ketika gerilyawan itu menguasai lebih banyak wilayah di Afghanistan.

“Kami tetap teguh di pihak pemerintah Afghanistan. Kami setuju dengan komunitas internasional bahwa kami mendukung pemerintah (Afghanistan) dan presiden,” kata Rainer Breul, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, pada konferensi pers mingguan di Berlin.

Kekuatan Militer Utama

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengakui Taliban sebagai kekuatan militer utama di Afghanistan. Wang mengatakan, Taliban harus menyadari tanggung jawab mereka terhadap negara dan bangsa, dan tegas menarik garis dengan semua kekuatan teroris. Selain itu, kembali ke arus utama politik Afghanistan dengan sikap bertanggung jawab terhadap negara dan rakyatnya.

"Pemerintah Afghanistan telah melakukan banyak pekerjaan untuk menjaga persatuan nasional Afghanistan, stabilitas sosial dan peningkatan mata pencaharian masyarakat, yang harus diberikan evaluasi yang adil," kata Wang.

Pernyataan Wang muncul ketika Taliban mengisyaratkan hubungan positif dengan Beijing, dan menyebut China sebagai teman. "Kami menyambut mereka (China). Jika mereka memiliki investasi, tentu kami menjamin keamanan mereka. Keamanan mereka sangat penting bagi kami,” kata juru bicara Taliban Suhail Shaheen dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Shaheen mengatakan bahwa pihaknya telah ke China berkali-kali dan memiliki hubungan baik dengan negara itu. "China adalah negara sahabat yang kami sambut untuk rekonstruksi dan pengembangan Afghanistan,” tambah dia, meyakinkan negara-negara tetangga bahwa Afghanistan tidak akan mengizinkan penggunaan tanahnya untuk melawan mereka. Sumber: Anadolu Agency

(jak)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)