Nadzirum Mubin, Ahli Lebah IPB University
Mahmuda attar hussein
Kamis, 18 November 2021 - 10:00 WIB
Nadzirum Mubin, Ahli Lebah IPB University. Humas IPB
Nadzirum Mubin, SP, MSi merupakan Dosen IPB University dari Departemen Proteksi Tanaman. Periah Young Scientist Award 2021 ini menjelaskan tentang konservasi serangga bermanfaat untuk memberikan dukungan pertanian yang berkelanjutan.
“Lebah yang merupakan salah satu serangga bermanfaat yang upaya konservasinya masih sangat minim dilakukan, khususnya pada lebah soliter. Lebah merupakan serangga yang mendominasi dalam membantu proses penyerbukan pada tiga per empat tanaman yang di daratan ini. Peranan lebah yang begitu besar ternyata belum sebanding dalam upaya pelestariannya,” ujar Nadzir, melalui keterangan tertulis, Kamis (18/11).
Baca juga: Resmi, Dyota Mahottama Marsudi Pimpin Bank Aladin Syariah
Menurut Nazdzirum lebah yang selama ini dikenal adalah kelompok lebah sosial yaitu lebah madu yang memiliki sengat. Sehingga masyarakat enggan untuk memelihara karena kekhawatiran dalam keamanan dan kesulitan dalam proses pemeliharannya.
“Namun beberapa tahun ini, perkembangan dunia lebah sangat masif dan salah satunya yaitu pengembangan lebah tanpa sengat (stingless bee). Lebah tanpa sengat memiliki peranan dan produk yang sama seperti halnya lebah madu yang bersengat. Yaitu sebagai pollinator serta menghasilkan madu, bee pollen, dan propolis,” imbuhnya.
Akan tetapi, lanjutnya, informasi tentang lebah tanpa sengat yang berpotensi untuk dikembangkan di rumah-rumah baik di desa ataupun di perkotaan belum banyak diketahui. Bahkan diketahui banyak lebah-lebah tak bersengat ini berada pada sarang-sarang yang tidak layak.
“Sangat ironis ketika lebah memberikan bantuan dalam hal penyerbukan tetapi sarangnya hanya seadanya seperti di pot bunga, bambu bekas, kusen kayu dan sebagainya. Sebagai upaya pelestariannya, salah satunya dilakukan dengan cara memindahkan sarang yang tidak layak tersebut ke sarang yang lebih layak seperti di kotak kayu,” tutur Nadzir yang merupakan Young Scientist PEI 2021.
“Lebah yang merupakan salah satu serangga bermanfaat yang upaya konservasinya masih sangat minim dilakukan, khususnya pada lebah soliter. Lebah merupakan serangga yang mendominasi dalam membantu proses penyerbukan pada tiga per empat tanaman yang di daratan ini. Peranan lebah yang begitu besar ternyata belum sebanding dalam upaya pelestariannya,” ujar Nadzir, melalui keterangan tertulis, Kamis (18/11).
Baca juga: Resmi, Dyota Mahottama Marsudi Pimpin Bank Aladin Syariah
Menurut Nazdzirum lebah yang selama ini dikenal adalah kelompok lebah sosial yaitu lebah madu yang memiliki sengat. Sehingga masyarakat enggan untuk memelihara karena kekhawatiran dalam keamanan dan kesulitan dalam proses pemeliharannya.
“Namun beberapa tahun ini, perkembangan dunia lebah sangat masif dan salah satunya yaitu pengembangan lebah tanpa sengat (stingless bee). Lebah tanpa sengat memiliki peranan dan produk yang sama seperti halnya lebah madu yang bersengat. Yaitu sebagai pollinator serta menghasilkan madu, bee pollen, dan propolis,” imbuhnya.
Akan tetapi, lanjutnya, informasi tentang lebah tanpa sengat yang berpotensi untuk dikembangkan di rumah-rumah baik di desa ataupun di perkotaan belum banyak diketahui. Bahkan diketahui banyak lebah-lebah tak bersengat ini berada pada sarang-sarang yang tidak layak.
“Sangat ironis ketika lebah memberikan bantuan dalam hal penyerbukan tetapi sarangnya hanya seadanya seperti di pot bunga, bambu bekas, kusen kayu dan sebagainya. Sebagai upaya pelestariannya, salah satunya dilakukan dengan cara memindahkan sarang yang tidak layak tersebut ke sarang yang lebih layak seperti di kotak kayu,” tutur Nadzir yang merupakan Young Scientist PEI 2021.