home global news

Penyuntikan Booster Moderna Dimulai, 50 Guru Besar Kedokteran Terima Dosis Ketiga

Ahad, 18 Juli 2021 - 20:14 WIB
Petugas kesehatan mengambil cairan vaksin saat vaksinasi massal Covid-19 yang digelar Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT di Kupang, NTT, Sabtu (10/7/2021). Foto: Antara
Indonesia mulai menyuntikkan boosterterhadap tenaga kesehatan (nakes) menggunakan vaksin Moderna. Sebanyak 50 Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) menjadi peserta pertama vaksinasi dosis ketiga.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, para guru besar kedokteran tersebut sebelumnya menerima dua dosis vaksin Sinovac, yang dikembangkan perusahaan farmasi asal China. Kini, mereka mendapatkan booster dosis ketiga berupa vaksin Moderna yang berbeda platform dengan Sinovac.

Sebanyak 50 guru besar kedokteran tersebut menerima suntikan booster, Jumat (16/7/2021), di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. "Harapan saya segera para tenaga kesehatan ini diberikan booster yang ketiga agar bisa melindungi mereka sehingga mereka bisa bekerja dengan lebih tenang," kata Budi melalui siaran pers, Jumat (16/7/2021).

Pemerintah Indonesia sebelumnya menyatakan bakal menyuntikkan booster kepada 1,47 juta tenaga kesehatan dengan menggunakan vaksin yang diproduksi perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Moderna. Indonesia sejauh ini mendapatkan 4,5 juta dosis vaksin Moderna yang merupakan bantuan AS melalui skema kerja sama multilateral, Covax Facility.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) telah menyetujui penyuntikan dosis ketiga. Meskipun, Moderna memiliki platform berbeda dengan Sinovac.

Vaksin Moderna dikembangkan menggunakan platform mRNA. Sedangkan Sinovac yang sebelumnya diterima para nakes menggunakan platform inaktivasi virus.

Aman Pulungan, salah satu dokter yang menerima booster Moderna menyakini vaksin dosis ketiga dapat meningkatkan perlindungan bagi para nakes. "Karena kami frontliner untuk tenaga kesehatan kita tentu harusnya lebih terlindungi karena berhadapan langsung dengan pasien positif, jadi saya sarankan seluruh tenaga kesehatan jangan ragu," ujar Aman. (Sumber: Anadolu Agency)
(asf)
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
moderna sinovac budi gunadi sadikin vaksin covid-19 tenaga medis
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya