Surat Al Jumuah: Asbabun Nuzul dan Wajibnya Shalat Jumat
Fajar adhitya
Jum'at, 26 November 2021 - 11:40 WIB
Wanita muslim muda membaca Al-Quran di rumah. Foto: Langit7.id/iStock.
Surat Al Jumuah adalah surat ke-62 dalam Alquran yang diturunkan di Madinah. Nama tersebut diambil dari kata Al Jumuah yang disebut dalam ayat ke-9 yang merujuk kepada hari Jumat.
Surat Al Jumuah merupakan surah ke-105 dari segi urutan turunnya wahyu. Surat Al Jumuah turun sesudah At Tahrim dan sebelum At Taghabun. Surat Al Jumuah terdiri dari-11 ayat menurut perhitungan semua ulama.
Asbabun nuzul (sebab turunnya) Surat Al Jumuah berkenaan dengan peristiwa Shalat Jumat yang ditinggalkan para sahabat untuk melihat kafilah dagang dari Syam. Diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah menceritakan, saat itu Rasulullah sedang menyampaikan khutbah Jumat di Madinah.
Baca Juga:Tafsir Al Mujadilah Ayat 11: Keutamaan Muslim yang Berilmu
Lalu kafilah dagang dari Syam tiba di Madinah dan seketika itu pula para sahabat berhamburan keluar masjid menyambut para kafilah tersebut. Sahabat yang tetap duduk mendengar khutbah Rasulullah hanya 12 orang.
Maka Allah menurunkan ayat, “Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik.
Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menjelaskan, Surah Al Jumuah menunjuk pada Shalat Jumat, sesuai dengan konteks ayat sembilan surat ini. Namun, hal ini bukan berarti Shalat Jumat baru diwajibkan dengan turunnya surah atau ayat tersebut.
Surat Al Jumuah merupakan surah ke-105 dari segi urutan turunnya wahyu. Surat Al Jumuah turun sesudah At Tahrim dan sebelum At Taghabun. Surat Al Jumuah terdiri dari-11 ayat menurut perhitungan semua ulama.
Asbabun nuzul (sebab turunnya) Surat Al Jumuah berkenaan dengan peristiwa Shalat Jumat yang ditinggalkan para sahabat untuk melihat kafilah dagang dari Syam. Diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah menceritakan, saat itu Rasulullah sedang menyampaikan khutbah Jumat di Madinah.
Baca Juga:Tafsir Al Mujadilah Ayat 11: Keutamaan Muslim yang Berilmu
Lalu kafilah dagang dari Syam tiba di Madinah dan seketika itu pula para sahabat berhamburan keluar masjid menyambut para kafilah tersebut. Sahabat yang tetap duduk mendengar khutbah Rasulullah hanya 12 orang.
Maka Allah menurunkan ayat, “Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik.
Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menjelaskan, Surah Al Jumuah menunjuk pada Shalat Jumat, sesuai dengan konteks ayat sembilan surat ini. Namun, hal ini bukan berarti Shalat Jumat baru diwajibkan dengan turunnya surah atau ayat tersebut.