LANGIT7.ID, Jakarta - Surat Al Jumuah adalah surat ke-62 dalam Alquran yang diturunkan di Madinah. Nama tersebut diambil dari kata Al Jumuah yang disebut dalam ayat ke-9 yang merujuk kepada hari Jumat.
Surat Al Jumuah merupakan surah ke-105 dari segi urutan turunnya wahyu. Surat Al Jumuah turun sesudah At Tahrim dan sebelum At Taghabun. Surat Al Jumuah terdiri dari-11 ayat menurut perhitungan semua ulama.
Asbabun nuzul (sebab turunnya) Surat Al Jumuah berkenaan dengan peristiwa Shalat Jumat yang ditinggalkan para sahabat untuk melihat kafilah dagang dari Syam. Diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah menceritakan, saat itu Rasulullah sedang menyampaikan khutbah Jumat di Madinah.
Baca Juga: Tafsir Al Mujadilah Ayat 11: Keutamaan Muslim yang BerilmuLalu kafilah dagang dari Syam tiba di Madinah dan seketika itu pula para sahabat berhamburan keluar masjid menyambut para kafilah tersebut. Sahabat yang tetap duduk mendengar khutbah Rasulullah hanya 12 orang.
Maka Allah menurunkan ayat, “Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik.
Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menjelaskan, Surah Al Jumuah menunjuk pada Shalat Jumat, sesuai dengan konteks ayat sembilan surat ini. Namun, hal ini bukan berarti Shalat Jumat baru diwajibkan dengan turunnya surah atau ayat tersebut.
Baca Juga: 6 Hak Muslim Terhadap Sesama yang Sering TerlupakanSurat Al Jumuah ayat 9:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Arti: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Shalat Jumat telah dilaksanakan Nabi sejak tibanya di Madinah, bahkan kaum muslimin penduduk Madinah telah melakukannya sebelum Nabi berhijrah. Sementara ulama menilai surah ini turun pada tahun enam Hijrah setelah perang Khaibar, dan bahwa ia turun sekaligus.
Tema utama surah ini menurut banyak ulama antara lain Ibn ‘Asyur adalah peringatan tentang pentingnya Shalat Jumat dan perlunya meninggalkan semua aktivitas jika waktunya telah tiba. Karena itu, menurut Ibn ‘Asyur, surat ini memulai uraiannya dengan menyucikan Allah.
Baca Juga: Tafsir Surat Al Fathir Ayat 28: Ulama sebagai Pembimbing UmatMasih merujuk Tafsir Al Misbah, Thahir Ibn ‘Asyur menggarisbawahi bahwa ayat sembilan dan setelahnya adalah tujuan utama Surat Al Jumuah. Kelompok ayat-ayat yang lalu (ayat 1-8) dinilainya sebagai pengantar untuk tujuan tersebut.
Surat Al Jumuah ayat lima sampai delapan menjelaskan tentang sifat buruk orang-orang Yahudi yang hendaknya dihindari oleh kaum muslimin. Lalu, dengan mewahyukan ayat sembilan, Allah menekankan pentingnya bersegera memenuhi panggilan-Nya pada hari Jumat.
Kaum Yahudi mengabaikan hari Sabtu yang ditetapkan Allah untuk beribadah dan tidak melakukan aktivitas, tapi mereka melanggarnya. Sikap mereka itu dikecam, karena itu kaum muslimin harus mengindahkan perintah Allah meninggalkan aneka aktivitas saat masuk waktu Shalat Jumat.
Baca Juga: KH Dedeng: Pendidikan Ideal Anak Dimulai Sejak dalam KandunganSurat Al Jumuah ayat 10:
فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Arti: Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.
Al Jumuah ayat 11:
وَاِذَا رَاَوْا تِجَارَةً اَوْ لَهْوًا ۨانْفَضُّوْٓا اِلَيْهَا وَتَرَكُوْكَ قَاۤىِٕمًاۗ قُلْ مَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Arti: Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik.
Baca Juga: Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 6: Rasulullah Ingin Semua Manusia Beriman(zhd)