Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 24 Mei 2026
home masjid detail berita

Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 6: Rasulullah Ingin Semua Manusia Beriman

fajar adhitya Senin, 22 November 2021 - 18:39 WIB
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 6: Rasulullah Ingin Semua Manusia Beriman
Basilika Hagia Sophia. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang menghendaki kebaikan bagi alam semesta. Pun demikian dengan pembawa risalahnya, Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang menginginkan agar semua manusia berada di jalan keselamatan.

Rasulullah dikenal sebagai pribadi yang paling halus hatinya. Rasulullah sangat mencintai dan senantiasa mencemaskan nasib umatnya bahkan sampai akhir hayatnya. Tak hanya kepada mereka yang telah menerima Islam, Rasulullah juga bersedih bila ada orang kafir yang menolak ajarannya.

Firman Allah dalam Surat Al Kahfi ayat enam:

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا

Baca Juga: 6 Manfaat Puasa Senin-Kamis bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

Arti: Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Alquran).

Mufassir Indonesia, Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah memberikan penjelasan mengenai ayat tersebut. Surat Al Kahfi ayat enam menggambarkan betapa Rasulullah sangat berkeinginan agar semua manusia beriman.

Baca Juga: Tafsir Az Zukhruf Ayat 11: Allah Turunkan Hujan dengan Proporsional

Keingkaran kaum musyrikin sungguh menyedihkan hati Rasulullah. Karena itu, Surat Al Kahfi ayat enam menggambarkan belas kasih atas perasaan Rasulullah dengan menyatakan:

Maka akibat ucapan dan perbuatan kaum musyrikin itu apakah barangkali engkau akan membunuh dirimu sendiri karena bersedih hati atas sikap mereka berpaling dari tuntunan-tuntunan yang engkau sampaikan, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini, yakni kepada Alquran.

Baca Juga: Nasaruddin Umar: Menara Masjid di Zaman Nabi untuk Kontrol Sosial

Kata la‘alla sebagaimana kata ‘asa digunakan untuk menggambarkan harapan atau rasa kasih terhadap mitra bicara. Pada Surat Al Kahfi ayat enam ini rasa kasih itulah yang dimaksud. Ada juga yang memahami kata tersebut di sini dalam arti larangan, dan bila demikian ayat ini menyatakan:

Wahai Nabi Muhammad, janganlah engkau membinasakan dirimu hingga mati akibat rasa sedih sebab penolakan mereka terhadap ayat-ayat Alquran.

Baca Juga: 4 Tips Pilih Jodoh, Nomor 1 Paling Dicari Banyak Orang

Surat Al Kahfi ayat enam juga dipahami sebagai tamsil (perumpamaan) keadaan Rasul yang sangat bersedih akibat penolakan kaumnya. Rasulullah diibaratkan seorang yang terpaksa meninggalkan keluarga dan kampung halamannya. Beliau melihat mereka dan bersedih karena perpisahan itu.

Menurut riwayat Ibnu 'Abbas bahwa 'Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Abu Jahal bin Hisyam, an-Nadhar bin Harits, Umayyah bin Khalaf, al-Asya bin Wa'il, al-Aswad bin Muththalib, dan Abu Buhturi di hadapan beberapa orang Quraisy mengadakan pertemuan. Rasulullah saw merasa susah melihat perlawanan kaumnya kepadanya dan pengingkaran mereka terhadap ajaran-ajaran yang dibawanya, sehingga sangat menyakitkan hatinya. Lalu turunlah ayat ini.

Baca Juga: Istri atau Ibu, Mana yang Harus Didahulukan Seorang Laki-laki?

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 24 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)