home masjid

Prof Nasaruddin: Media Harus Jadi Titik Temu Menyatukan Perbedaan

Rabu, 01 Desember 2021 - 09:11 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (foto: nasaruddinumar.id).
Di tengah arus belantara informasi, media massa harus menjadi pemersatu. Media tidak boleh menyajikan konten yang asal viral saja, namun penting mencari titik temu dan menyatukan perbedaan.

Hal itu disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar saat menerima kunjungan redaksi Langit7.id. Tim redaksi diterima langsung di ruang kerja Prof Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (29/11/2021).

"Kita kalau mencari negasinya, pasti berantakan negara ini. Kita kedepankan prinsip sentripetal, yaitu masuk dari luar ke sebuah titik, bukan sentrifugal dari sebuah titik keluar, nah selama ini teman-teman media kan sentrifugal, kita ingin Langit7 sentripetal," kata Prof Nasar (panggilan akrabnya).

Baca Juga:Imam Besar Istiqlal Jelaskan Peran Turki Utsmani dalam Penyebaran Islam di Nusantara

Filosofi tersebut, jelas Prof Nasar, sejalan dengan makna langit yang menjadi brand media ini. Menurut dia, langit adalah sebuah konsep agung dan pemersatu bangsa.

"Langit adalah suatu konsep besar, bahasa Inggrisnya celestial yang berarti dunia agung. Langit juga artinya pemersatu, kalau ingin menyatu maka naiklah ke atas," ujardia sembari mengisyaratkan jari telunjuknya ke langit-langit.

Baca Juga:Nasaruddin Umar: Menara Masjid di Zaman Nabi untuk Kontrol Sosial
Berita Terkait
Berita Lainnya