LANGIT7.ID, Jakarta - Di tengah arus belantara informasi, media massa harus menjadi pemersatu. Media tidak boleh menyajikan konten yang asal viral saja, namun penting mencari titik temu dan menyatukan perbedaan.
Hal itu disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof
Nasaruddin Umar saat menerima kunjungan redaksi
Langit7.id. Tim redaksi diterima langsung di ruang kerja Prof Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (29/11/2021).
"Kita kalau mencari negasinya, pasti berantakan negara ini. Kita kedepankan prinsip sentripetal, yaitu masuk dari luar ke sebuah titik, bukan sentrifugal dari sebuah titik keluar, nah selama ini teman-teman media kan sentrifugal, kita ingin
Langit7 sentripetal," kata Prof Nasar (panggilan akrabnya).
Baca Juga: Imam Besar Istiqlal Jelaskan Peran Turki Utsmani dalam Penyebaran Islam di NusantaraFilosofi tersebut, jelas Prof Nasar, sejalan dengan makna langit yang menjadi brand media ini. Menurut dia, langit adalah sebuah konsep agung dan pemersatu bangsa.
"Langit adalah suatu konsep besar, bahasa Inggrisnya
celestial yang berarti dunia agung. Langit juga artinya pemersatu, kalau ingin menyatu maka naiklah ke atas," ujar dia sembari mengisyaratkan jari telunjuknya ke langit-langit.
Baca Juga: Nasaruddin Umar: Menara Masjid di Zaman Nabi untuk Kontrol SosialRektor Perguruan Tinggi Ilmu Qur'an (PTIQ) ini mengungkapkan bahwa kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan
Langit7 beresiko menjadikannya tidak populer, karena membahas isu-isu yang tidak terlalu seksi. Namun ia mengingatkan bahwa media bukan sekadar mencari berita dan pembaca, tetapi bagaimana dapat menginspirasi pembaca sesuai dengan
tagline-nya 'Cahaya Menuju Kebaikan'.
"Adem itu lebih indah dan
Langit7 bukan mencari banyak pembaca, tapi mencari berkah dari setiap konten yang disajikan. Sama dengan pengembangan Masjid Istiqlal, kita bukan cari banyak (jamaah), tapi cari berkah," ujarnya.
Baca Juga: Nasaruddin Umar: Konsep Masjid Ramah Lingkungan Ada di Al Isra Ayat 1Baca Juga: Fungsi Masjid di Era Rasulullah, Hanya 20 Persen untuk Ibadah(zhd)