Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home masjid detail berita

Nasaruddin Umar: Konsep Masjid Ramah Lingkungan Ada di Al Isra Ayat 1

fajar adhitya Ahad, 21 November 2021 - 17:11 WIB
Nasaruddin Umar: Konsep Masjid Ramah Lingkungan Ada di Al Isra Ayat 1
Masjid Saung yang digunakan sementara untuk menampung jamaah Mushalla An Nur. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid mengemban peran besar dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Masjid yang memiliki consent terhadap hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungannya disebut Masjid Eco, Masjid Ramah Lingkungan, atau Masjid Hijau.

Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar menyatakan penting bagi umat Islam untuk mewujudkan masjid ramah lingkungan. Masjid yang bersahabat dengan lingkungahn hidup akan meningkatkan kualitas ibadah.

“Masjid itu yang paling penting perannya bukan membangun masjid itu sendiri tetapi membangun sajid,” katanya dalam Webinar MLH PP Muhammadiyah bertajuk Masjid Ramah Lingkungan (Eco-Mosque, Green Mosque, dan Smart-Mosque), dilihat Ahad (21/11/2021).

Baca Juga: Menag Yaqut Temui Menteri Urusan Islam Saudi, Ini Hasilnya

Kiai Nasaruddin mengatakan, sajid adalah orang yang tunduk, pasrah, dan patuh secara total kepada Allah. Sajid disimbolkan dengan aktivitas sujud dalam shalat. Pada saat yang sama, sujud yang berkualitas dapat dimulai dengan membangun sarana sujud (masjid) yang berkualitas pula.

“Masjid itu kan dalam rangka membangun sajid, orang yang sujud. Tidak semua orang menundukkan kepala di lantai itu sujud. Sajada artinya menundukkan kepala ke lantai, sujud ialah orang yang menyerahkan dirinya secara total kepada Allah,” kata Kiai Nasaruddin.

Baca Juga: 5 Masjid dengan Pemandangan Alam Terbuka, Nomor 1 Ada di Puncak

Secara implisit, perintah Allah untuk membangun masjid ramah lingkungan tertera dalam Alquran, Surat Al Isra ayat 1:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Arti: Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

“Ayat ini sebetulnya mengandung makna betapa perlunya ada penghijauan di sekitar masjid dalam rangka melahirkan ketenangan,” kata Kiai Nasaruddin.

Baca Juga: 4 Amalan Sunnah Sebelum dan Sesudah Adzan Maghrib

Kiai Nasaruddin menjelaskan, kata “Layla” dalam ayat tersebut selain diartikan malam juga dapat dimaknai sebagai kesyahduan, kesejukan, ketenteraman, kekhusyukan, kedamaian. Masjid yang memiliki kekhusyukan di dalamnya adalah masjid akan melahirkan keberkahan.

“Kalau masjidnya gersang, berdebu ada maling sandal itu itu tidak ada baaraknaa haulahu, yang ada itu musykilatun katsir haulal masjid. Yang kita inginkan adalah ketenangan begitu kita masuk dalam area masjid,” tuturnya.

Baca Juga: Tafsir An Nisa ayat 36: Wajib Berbuat Baik kepada Sesama

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)