Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Imam Besar Istiqlal Jelaskan Peran Turki Utsmani dalam Penyebaran Islam di Nusantara

Muhajirin Selasa, 23 November 2021 - 09:02 WIB
Imam Besar Istiqlal Jelaskan Peran Turki Utsmani dalam Penyebaran Islam di Nusantara
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, memaparkan beberapa potongan sejarah yang berkaitan dengan perkembangan dakwah Islam di Indonesia. ia menilai sejarah sosial perkembangan dakwah Islam perlu dipahami agar tidak keliru dalam mengambil kebijakan pada era digital saat ini.

“Seperti kita tahu, Indonesia atau kepulauan nusantara, terutama pula Jawa dan Sumatera, itu dulu berada di bawah otoritas kekuasaan Hindu pada abad ke-11, 12, dan 13. Mereka yang paling dominan Jawa, terutama bagian barat ini. Maka pengaruhnya sangat kuat. Agama Hindu di Jawa dengan kerajaan Majapahit-nya dan Sumatera dengan kerajaan Sriwijaya-nya,” kata Prof Nasaruddin Umar melalui kanal youtube CariUstadz.id dikutip Selasa (23/11/2021).

Namun terjadi perubahan pada abad ke-14 bertepatan dengan keberhasilan Sultan Mehmed II (Sultan Muhammad Al-Fatih) menaklukkan Konstantinopel. Di kawasan itu, terdapat Selat Golden Horn yang menjadi gerbang masuk ke Asia. Itu yang menyebabkan banyak ulama-ulama Arab bisa leluasa masuk ke bumi nusantara.

Di sisi lain, Kerajaan dari Hindia dengan kekuatan Hindu tidak bisa lagi mengakses ke Asia Tenggara. Di situ terjadi perubahan sosial yang sangat signifikan.

“Karena ini adalah penguasa dunia Islam, maka yang bisa masuk ke Selat di Konstantinopel itu adalah tentu kekuatan muslim, pedagang dari Arab. Di situlah mulai bersentuhan dengan pedagang Arab, masuk di kawasan Selat Malaka,” kata Prof Nasaruddin Umar.

Kala itu pula terjadi peperangan antara Majapahit pantai dan Majapahit daratan. Umat Islam kala itu memberi dukungan kepada Majapahit daratan. Ini bisa terlihat dari sejarah Hamengkubuwono melawan Majapahit.

“Akhirnya, lambat laun seluruh Jawa dan kerajaan Mataram itu sudah diislamkan, Sriwijaya pun sama. Di situlah terjadi proses pengislaman,” katanya. Namun meski sudah diislamkan, pengaruh Hindu masih mengakar di tengah masyarakat. Wali Songo dan ulama-ulama dari Arab itu menyesuaikan dakwah dengan kearifan lokal masyarakat.

"Tidak langsung seperti membalik telapak tangan. Mereka mentolerir agar tradisi Hindu yang sangat tidak bertentangan dengan Islam, Wali Songo dan gurunya Wali Songo Sultan Jamaluddin yang dimakamkan di Kab. Wajo, mengakomodir tradisi Hindu yang masih eksis,” ucapnya.

Peta dakwah kembali berubah setelah Barat masuk ke Nusantara. Mereka tidak hanya membawa misi kolonialisme, tapi juga membawa penginjil atau misionaris untuk menyebarkan agama Kristen. Meski begitu, Barat tidak terlalu berdaya karena Kekhalifaan Ottoman berkuasa di Turki.

Kesultan Turki menyeleksi ketat orang-orang yang hendak menyeberangi Selat Golden Horn sebagai pintu gerbang ke Asia. Sementara, pedagang-pedagang Arab dan para ulama diberi kebebasan untuk keluar masuk. Sehingga, mereka lebih aktif menyebarkan agama Islam.

“Maka dengan demikian seluruh kerajaan Hindu dan Jawa Di Sumatera itu hanya menguasai pantai. Sedangkan Jawa daratan dikuasai kerajaan Mataram Islam. Tinggal majapahit di pinggir-pinggir, tapi lama kelamaan pun punah,” tuturnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)