Kemenkop UKM Minta Skema Pembiayaan Perbankan Jadi Solusi Bagi UMKM
Mahmuda attar hussein
Kamis, 02 Desember 2021 - 20:15 WIB
Pelaku usaha UMKM. Foto: Langit7/Istock
Pemerintah terus mendukung akses pembiayaan perbankan terhadap UMKM, salah satunya dengan penerbitan ketentuan Bank Indonesia (BI).
Di mana pendekatan kredit atau pembiayaan secara rantai pasok, dapat menjadi salah satu skema pembiayaan kepada UMKM.
Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki secara daring pada acara Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) Tahun 2021, Rabu (1/12).
Baca juga: BSN Luncurkan Etalase Digital Produk UMKM ber-SNI
Menurutnya kemitraan UMKM dengan usaha besar, dapat membuat peran UMKM semakin baik sebagai pemasok, distributor, mitra, dan lainnya.
"BPD sebagai bank dengan mayoritas kepemilikan pemerintah daerah berperan dalam penyaluran kredit kepada UMKM di wilayah operasinya. Hal itu dilakukan dengan mengoptimalkan kebijakan, peraturan, dan ekosistem pendukung yang telah ada, untuk meningkatkan pemberdayaan UMKM," ujarnya.
Kendati demikian, kemitraan yang diharapkan agar UMKM Indonesia dapat terhubung dengan rantai pasok, masih relatif rendah. Di mana sekitar 93 persen UKM belum menjalin kemitraan.
Di mana pendekatan kredit atau pembiayaan secara rantai pasok, dapat menjadi salah satu skema pembiayaan kepada UMKM.
Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki secara daring pada acara Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) Tahun 2021, Rabu (1/12).
Baca juga: BSN Luncurkan Etalase Digital Produk UMKM ber-SNI
Menurutnya kemitraan UMKM dengan usaha besar, dapat membuat peran UMKM semakin baik sebagai pemasok, distributor, mitra, dan lainnya.
"BPD sebagai bank dengan mayoritas kepemilikan pemerintah daerah berperan dalam penyaluran kredit kepada UMKM di wilayah operasinya. Hal itu dilakukan dengan mengoptimalkan kebijakan, peraturan, dan ekosistem pendukung yang telah ada, untuk meningkatkan pemberdayaan UMKM," ujarnya.
Kendati demikian, kemitraan yang diharapkan agar UMKM Indonesia dapat terhubung dengan rantai pasok, masih relatif rendah. Di mana sekitar 93 persen UKM belum menjalin kemitraan.