Langit7, Jakarta - Platform Etalase Digital Produk UMKM ber-SNI milik Badan Standardisasi Nasional (BSN) menjadi salah satu upaya dalam mendukung digitalisasi dan meningkatkan daya saing UMKM.
Seperti diketahui, UMKM mendominasi 99,9 persen atau sekitar 65,4 juta dari pelaku usaha di Indonesia. Di mana kontribusi terhadap PDB nasional 61 persen dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 97 persen, serta ekspor 14,37 persen.
“Ini bentuk bahwa Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan Perguruan Tinggi dan asosiasi bersinergi mengambil peran dalam mengakselerasi pertumbuhan UMKM yang ber-SNI,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki di acara Launching Etalase Digital Produk UMKM ber-SNI, Selasa (30/11).
Baca juga: Bisnis Menjanjikan, Stigma Gim di Masyarakat Perlu DiubahLebih lanjut, pelaku UMKM memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan serta pemulihan ekonomi nasional. Hasil kajian OECD (2018) menunjukkan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi UMKM adalah daya saing produk.
Di tingkat ASEAN sendiri, Indonesia berada di peringkat ke-4 setelah Singapura, Malaysia dan Thailand.
“Produk UMKM dapat berdaya saing global memerlukan pengembangan kemasan produk, perizinan usaha, standardisasi dan sertifikasi, sehingga produknya mempunyai nilai jual tinggi. Maka peran SNI ini sangat strategis dalam meningkatkan daya saing UMKM,” ujarnya.
Baca juga: UMKM Didorong untuk Segera Go DigitalPenyediaan etalase tersebut merupakan apresiasi kepada pelaku UMKM dan koperasi yang terbukti menjadi penyelamat ekonomi nasional. Selain itu, etalase tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk mempromosikan produknya.
Sehingga, masyarakat dapat memperoleh akses eksklusif terhadap produk asli Indonesia berkualitas yang telah dibuktikan melalui pemenuhan persyaratan SNI.
(zul)