LANGIT7.ID-Jakarta; Layanan perbankan tetap dibuka secara terbatas selama periode libur panjang Lebaran dan Nyepi untuk mengantisipasi kebutuhan transaksi masyarakat yang meningkat. PT Bank Syariah Nasional (BSN) memastikan sejumlah kantor cabangnya tetap beroperasi agar nasabah tetap dapat mengakses layanan, terutama di tengah momentum mudik.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan langkah ini diambil agar aktivitas nasabah tidak terganggu meski berada dalam masa libur panjang. “Ini kita lakukan untuk memastikan pelayanan kepada nasabah tetap dapat terlayani walaupun musim liburan panjang,” ujar Alex dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
Keputusan membuka layanan terbatas ini juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang sedang berada pada periode pembayaran pembiayaan rumah. Menurut Alex, momen Lebaran yang berdekatan dengan Nyepi menjadi waktu penting bagi sebagian nasabah untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
Sebanyak 37 kantor cabang BSN tetap beroperasi selama periode libur, dengan pengecualian kantor cabang BSN Mataram yang tidak melayani pada 18 dan 19 Maret 2026 karena Hari Raya Nyepi. Untuk wilayah Jakarta, operasional kantor cabang dilakukan secara bergantian dengan jam layanan terbatas, kecuali kantor cabang BSN Tomang. Sementara itu, seluruh kantor cabang tidak beroperasi pada 21 dan 22 Maret 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Selain layanan langsung di kantor, BSN juga mengandalkan kanal digital melalui Bale Syariah by BSN untuk memudahkan transaksi nasabah. “Cukup manfaatkan Bale Syariah by BSN, maka masyarakat seperti memiliki bank sendiri untuk melakukan transaksi sesuai kebutuhan. Akses mobile banking BSN dan nikmati kemudahan bertransaksi,” kata Alex.
Layanan Bale Syariah juga terhubung dengan jaringan layanan BTN tanpa biaya tambahan, sehingga nasabah tetap dapat bertransaksi dengan fleksibel. Namun, BSN mengingatkan agar nasabah tetap waspada dalam menggunakan layanan digital dengan memastikan keaslian informasi sebelum bertransaksi dan menghindari aktivitas mencurigakan, serta segera menghubungi call centre jika diperlukan.
Dari sisi likuiditas, kebutuhan uang tunai selama libur panjang dipastikan mencukupi. Hal ini didukung oleh kesiapan induk usaha BSN yang telah menyiapkan dana dalam jumlah besar, termasuk penyediaan uang tunai sekitar Rp 23 triliun oleh BTN. Nasabah BSN juga dapat melakukan penarikan melalui jaringan ATM BTN yang tersebar di seluruh Indonesia.
(lam)