home global news

Kemensos Percepat Penyaluran Bansos Selama PPKM Darurat

Senin, 19 Juli 2021 - 14:26 WIB
Pendistribusian bantuan sosial berupa paket sembako ini akan dibagikan langsung oleh Bhambinkamtibmas dan Babinsa kepada masyarakat terdampak yang tersebar di 503 posko PPKM Mikro di Kota Pekanbaru. FOTO: Antara/Rony Muharrman/hp.
Kementerian Sosial(Kemnsos) mempercepat penyaluran bansos ke masyarakat yang terdampak pandemi selama PPKM Darurat Berlangsung. Percepatan penyaluran bansos tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penyaluran akan berbais program Berdasarkan Program Keluarga Harapan (PKH), Program Kartu Sembako, penambahan Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Beras 10kg, dan Bantuan Beras 5kg di Jawa dan Bali. PKH disalurkan melalui jaringan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) terdiri dari ibu hamil senilai Rp3 juta, anak usia dini Rp3 juta, pelajar SD Rp900.000, SMA Rp2 juta, disabilitas berat Rp2.4 juta dan lansia Rp2,4 juta.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, penyaluran PKH tersebut sebesar Rp28,31 triliun dengan sasaran 10 juta keluarga atau 40 juta orang. Mereka juga menerima bantuan sosial tunai senilai Rp300.000 per bulan. Untuk Juni-Juli baru diberikan secara bertahap melaluli PT Pos Indonesia.

Sedangkan program kartu sembako, kata dia, penyaluran hingga September dicairkan Juli. Adapun total anggaran mencapai Rp57,41 triliun dengan periode selama 14 bulan. Program tersebut akan diberikan kepada 18,8 juta keluarga atau 75,2 juta orang dengan besaran manfaat Rp200.000 per bulan. Risma mengaku, penyaluran bansos ke masyarakat sempat telat dan diprotes Jokowi.

"Saya minta jangan sampai terlambat baik itu PKH, BLT desa, bansos tunai, jangan ada yang terlambat dan yang paling penting bantuan beras, sembako, minggu ini harus keluar," kataRisma dalam konferensi pers di Youtube.

Risma beralasan tengahmelakukan pembaruan data. Itu pula yang membuat banyak warga yang melapor belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Namun, dia mengaku bansos sudah disalurkan sejak awal Juli tapi masih bertahap dan sempat ditahan.

"Kami sampaikan untuk PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai), dan BST (Bantuan Sosial Tunai) itu sudah mulai disalurkan sejak awal Juli, tetapi memang masih belum selesai karena ada kendala dan kemarin sempat ditahan,” katanya dalam keterangan diterima Langit7.id, Senin (19/7/2021).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ppkm darurat tri rismaharini bansos covid-19 pandemi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya