Lakoni Pekerjaan Tetap Selama 10 Tahun
Pria Ini Putuskan Mundur dan Buka Usaha Kuliner
Mahmuda attar hussein
Rabu, 08 Desember 2021 - 13:30 WIB
Danu Wijaya, pengusaha kuliner dari Tangerang. Foto: YouTube Apabe Media
Memilih jalan sebagai wirausaha bukanlah perkara mudah. Apalagi, keputusan berwirausaha diambil ketika harus mengorbankan pekerjaan tetap di sebuah perusahaan.
Tentu banyak tantangan yang harus dilewati ketika menjalankannya. Seperti yang dialami oleh muslim asal Tangerang Danu Wijaya.
Ia memutuskan untuk mundur dari pekerjaan lamanya di salah satu maskapai penerbangan di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Padahal, ia telah melakoni pekerjaan tersebut selama kurang lebih 10 tahun lamanya.
"Selama masih bekerja di maskapai penerbangan itu saya sudah membuat usaha kecil-kecilan atau sampingan lah. Ketika saya mulai berada dititik jenuh di pekerjaan tersebut, akhirnya saya meyakinkan diri untuk memilih usaha," jelasnya dikanal Youtube Apabe Media.
Baca juga: Sukses Usaha Pisang Cokelat, Bisa Belikan Tanah untuk Orang Tua
Saat ini, Danu telah beralih dari pekerjaan tetapnya menjadi pengusaha kuliner. Di mana ia menjajakan Tempe Mendoan Djaya dengan lapak gerobaknya.
Menurutnya, dalam memulai usaha diperlukan mental baja yang tahan banting. Pasalnya, ia merasakan celotehan dari keluarga yang mengkritik keputusannya itu.
Tentu banyak tantangan yang harus dilewati ketika menjalankannya. Seperti yang dialami oleh muslim asal Tangerang Danu Wijaya.
Ia memutuskan untuk mundur dari pekerjaan lamanya di salah satu maskapai penerbangan di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Padahal, ia telah melakoni pekerjaan tersebut selama kurang lebih 10 tahun lamanya.
"Selama masih bekerja di maskapai penerbangan itu saya sudah membuat usaha kecil-kecilan atau sampingan lah. Ketika saya mulai berada dititik jenuh di pekerjaan tersebut, akhirnya saya meyakinkan diri untuk memilih usaha," jelasnya dikanal Youtube Apabe Media.
Baca juga: Sukses Usaha Pisang Cokelat, Bisa Belikan Tanah untuk Orang Tua
Saat ini, Danu telah beralih dari pekerjaan tetapnya menjadi pengusaha kuliner. Di mana ia menjajakan Tempe Mendoan Djaya dengan lapak gerobaknya.
Menurutnya, dalam memulai usaha diperlukan mental baja yang tahan banting. Pasalnya, ia merasakan celotehan dari keluarga yang mengkritik keputusannya itu.