Langit7, Jakarta - Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan aktivitas masyarakat. Termasuk dalam komsumsi makanan. Kebiasaan ngemil juga terus meningkat selama masa pandemi.
Hasil survei konsumen
Mondelez International The State of Snacking 2020 menyebutkan, pandemi telah meningkatkan kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia.
Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Negara Maju Asal Bisa Wujudkan Hal IniDari survei itu terungkap, 77 persen responden mencari makanan baru selama pandemi dan 54 persen mendapatkan ide makanannya dari media sosial.
Dari sisi bisnis, tren tersebut menjadi peluang tersendiri bagi pelaku UMKM kuliner untuk mengembangkan usahanya, termasuk membuka peluang dari media sosial.
Itu juga yang dirasakan oleh muslim asal Depok, Dwi Purwadi. Di mana usaha kuliner pisang cokelat (piscok) miliknya terus mengalami perkembangan positif.
Dengan brand Pisang Cokelat Selamat Pagi, usaha kulinernya itu kini telah berkembang hingga memiliki empat
outlet yang tersebar di wilayah Depok, Jawa Barat.
Baca juga: PLN Terjunkan 124 Personel untuk Percepat Pemulihan ListrikBrand Pisang Cokelat Selamat Pagi sendiri didapatkan dari Dwi yang sering menyapa pelanggannya dengan ucapan "Selamat Pagi".
"Aku terinspirasi dari Andre Taulany yang sering gombal. Jadi aku selipin gombal-gombalan disitu untuk bikin minat orang-orang mau beli piscok," katanya dikutip dari kanal YouTube
Start With Dream.
Dwi menjelaskan, target pasar dari piscoknya itu sebagian besar merupakan mahasiswa. Hal itu dilakukan, karena ia meyakini kalangan mahasiswa memiliki keinginan ngemil yang lebih tinggi.
Baca juga: RUPS PLN Mengangkat Darmawan Prasodjo sebagai Direktur UtamaBerkat kegigihannya menjalankan usaha, Dwi berupaya menjadi anak yang bisa membanggakan orang tuanya. Di mana dia sudah mampu membelikan sebidang tanah sebagai hadiah untuk ibundanya.
"Aku paham kehidupan ini tuh hanya satu kali kesempatan, jadi aku gunakan sebaik mungkin," ungkapnya.
(zul)