home global news

Psikolog UGM: Selain Bantuan Logistik, Korban Erupsi Semeru juga Butuh Pendampingan Psikologis

Kamis, 09 Desember 2021 - 19:32 WIB
Warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru (Dok BNPB)
Korban erupsi Gunung Semeru memerlukan pendampingan psikologi untuk memulihkan trauma mereka pasca bencana. Peristiwa yang menelan korban jiwa hingga 43 orang itu menimbulkan rasa kehilangan yang mendalam terhadap keluarga korban.

Para korban tak hanya kehilangan harta benda dan rumah, namun juga anggota keluarga yang meninggal dunia. Rasa kehilangan tersebut akan menimbulkan trauma psikologis yang terjadi dalam waktu lama. Maka diperlukan pendampingan psikologi bagi warga terdampak.

Dekan Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, mengatakan, para korban pada masa darurat saat ini menghadapi situasi berat, karena harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang berbeda dengan situasi normal. Trauma psikologi korban akan berdampak dalam jangka panjang, karena erupsi terjadi secara tiba-tiba dan mendadak.

"Rasa kehilangan ini akan menimbulkan tingkat stres terendiri dan menimbulkan beban psikologis. Seperti pengalaman korban saat menyelamatkan diri dari awan panas, mendengar suara atau terpapar awan panas akan menimbulkan dampak psikologis tersendiri,” kata Rahmat, dikutip laman resmi UGM, Kamis (9/12/2021).

Baca Juga: Relawan Terus Berjuang Evakuasi Korban meski Terkendala Cuaca Buruk dan Material Erupsi Panas



Menurut dia, orang dewasa pun memerlukan waktu lama untuk menyesuaikan diri dan menerima rasa kehilangan. Itu merupakan kondisi reaksi yang wajar. Namun, hal perlu dilakukan adalah memberikan tempat memadai kepada korban agar berkonsolidasi satu sama lain.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
psikologi erupsi gunung semeru korban erupsi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya