BSI: Masjid Dapat Tingkatkan Penetrasi Perbankan Syariah
Fajar adhitya
Selasa, 14 Desember 2021 - 08:05 WIB
PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI memperkirakan ekonomi masjid di Indonesia mencapai Rp500 triliun per tahun. Foto: Istimewa.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI memperkirakan ekonomi masjid di Indonesia mencapai Rp500 triliun per tahun. Angka tersebut merupakan prediksi dari 800 ribu masjid yang tersebar di sepanjang Nusantara.
BSI melihat potensi ekonomi masjid belum terwujud dengan maksimal sebab rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah. Dari data yang dimiliki perseroan, rendahnya faktor tersebut berdampak pada rendahnya penetrasi perbankan syariah yang berada di kisaran 6,5 persen setelah hadir hampir tiga dekade di Indonesia.
Wakil Direktur Utama 2 BSI, Abdullah Firman Wibowo mengatakan, selain fungsi ibadah dan pendidikan, masjid juga memiliki fungsi ekonomi. Penetrasi keuangan syariah dapat ditingkatkan dengan adanya Baitul Maal (penghimpunan dan pendayagunaan dana Zakat Infak Sedakah), Bait at-ta’min (pemberi jaminan sosial jamaah), dan Bait at-tamwil (pembiayaan produktif).
Baca Juga:Ponpes dan Santri Berperan Tingkatkan Inklusi Keuangan
"Masjid dapat menjadi solusi inklusi serta jendela literasi keuangan Syariah yang saat ini berada di kisaran 9 persen, belum sebanding dengan penduduk Muslim Indonesia yang berjumlah lebih dari 200 juta,” kata Firman dikutip keterangan pers, Senin (13/12/2021).
Menurut dia, pengembangan kapasitas serta kapabilitas menajemen masjid menjadi penting untuk dapat meningkatkan pelayanan serta pemberdayaan fungsi masjid. Tidak hanya menjadikan kembali masjid sebagai pusat peradaban Nusantara, tetapi juga sebagai penggerak perekonomian negeri.
Firman mengatakan BSI siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholders dan masyarakat luas untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. Termasuk mendorong pemberdayaan pemuda dan mengoptimalkan potensi ekonomi masjid di Nusantara.
BSI melihat potensi ekonomi masjid belum terwujud dengan maksimal sebab rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah. Dari data yang dimiliki perseroan, rendahnya faktor tersebut berdampak pada rendahnya penetrasi perbankan syariah yang berada di kisaran 6,5 persen setelah hadir hampir tiga dekade di Indonesia.
Wakil Direktur Utama 2 BSI, Abdullah Firman Wibowo mengatakan, selain fungsi ibadah dan pendidikan, masjid juga memiliki fungsi ekonomi. Penetrasi keuangan syariah dapat ditingkatkan dengan adanya Baitul Maal (penghimpunan dan pendayagunaan dana Zakat Infak Sedakah), Bait at-ta’min (pemberi jaminan sosial jamaah), dan Bait at-tamwil (pembiayaan produktif).
Baca Juga:Ponpes dan Santri Berperan Tingkatkan Inklusi Keuangan
"Masjid dapat menjadi solusi inklusi serta jendela literasi keuangan Syariah yang saat ini berada di kisaran 9 persen, belum sebanding dengan penduduk Muslim Indonesia yang berjumlah lebih dari 200 juta,” kata Firman dikutip keterangan pers, Senin (13/12/2021).
Menurut dia, pengembangan kapasitas serta kapabilitas menajemen masjid menjadi penting untuk dapat meningkatkan pelayanan serta pemberdayaan fungsi masjid. Tidak hanya menjadikan kembali masjid sebagai pusat peradaban Nusantara, tetapi juga sebagai penggerak perekonomian negeri.
Firman mengatakan BSI siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholders dan masyarakat luas untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. Termasuk mendorong pemberdayaan pemuda dan mengoptimalkan potensi ekonomi masjid di Nusantara.