LANGIT7.ID, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI memperkirakan ekonomi masjid di Indonesia mencapai Rp500 triliun per tahun. Angka tersebut merupakan prediksi dari 800 ribu masjid yang tersebar di sepanjang Nusantara.
BSI melihat potensi ekonomi masjid belum terwujud dengan maksimal sebab rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah. Dari data yang dimiliki perseroan, rendahnya faktor tersebut berdampak pada rendahnya penetrasi perbankan syariah yang berada di kisaran 6,5 persen setelah hadir hampir tiga dekade di Indonesia.
Wakil Direktur Utama 2 BSI, Abdullah Firman Wibowo mengatakan, selain fungsi ibadah dan pendidikan, masjid juga memiliki fungsi ekonomi. Penetrasi keuangan syariah dapat ditingkatkan dengan adanya Baitul Maal (penghimpunan dan pendayagunaan dana Zakat Infak Sedakah), Bait at-ta’min (pemberi jaminan sosial jamaah), dan Bait at-tamwil (pembiayaan produktif).
Baca Juga: Ponpes dan Santri Berperan Tingkatkan Inklusi Keuangan"Masjid dapat menjadi solusi inklusi serta jendela literasi keuangan Syariah yang saat ini berada di kisaran 9 persen, belum sebanding dengan penduduk Muslim Indonesia yang berjumlah lebih dari 200 juta,” kata Firman dikutip keterangan pers, Senin (13/12/2021).
Menurut dia, pengembangan kapasitas serta kapabilitas menajemen masjid menjadi penting untuk dapat meningkatkan pelayanan serta pemberdayaan fungsi masjid. Tidak hanya menjadikan kembali masjid sebagai pusat peradaban Nusantara, tetapi juga sebagai penggerak perekonomian negeri.
Firman mengatakan BSI siap berkolaborasi dengan seluruh
stakeholders dan masyarakat luas untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. Termasuk mendorong pemberdayaan pemuda dan mengoptimalkan potensi ekonomi masjid di Nusantara.
Baca Juga: Tiga Strategi Erick Tohir Roketkan Ekonomi Syariah“Dengan kolaborasi diharapkan potensi ekonomi masjid dapat semakin dikembangkan sehingga manfaatnya akan lebih terasa bagi umat dan bangsa," imbuhnya.
BSI memiliki banyak strategi untuk mengoptimalkan potensi tersebut seperti berkolaborasi dengan masjid yang diposisikan BSI sebagai episentrum literasi islam. Hingga September 2021, BSI telah mengelola dana masjid senilai lebih dari Rp540 miliar
“Bank Syariah Indonesia dimandatkan oleh pemerintah untuk menjadi katalisator ekonomi Syariah nasional, mempunyai tanggung jawab yang besar untuk melayani seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: Ekonomi Ummat Fokus Distribusi Aset dan Pendanaan Usaha Mikro-UltramikroEkonomi syariah Indonesia sendiri saat ini berada di peringkat keempat di dunia, meningkat dari posisi ke-9 pada tahun 2014 lalu. Presiden Joko Widodo memperkirakan bahwa dalam tiga hingga empat tahun ke depan, ekonomi syariah Indonesia akan berada pada posisi dua besar.
Komisaris Independen BSI sekaligus Ketua Ekonomi Masjid PP DMI Arief Rosyid mengutip riset Pew Research center mengatkan, umat Islam akan menjadi umat beragama terbesar. Pada sisi lain, umat Islam dituntut menjadi
rahmatan lil alamin.
"Berangkatnya ya memang harus kita mulai dari masjid. Dengan jumlah masjid dan mushalla yang sangat banyak, tidak ada fasilitas publik di Indonesia yang jumlahnya sebanyak masjid, artinya perjuangan ekonomi untuk mensejahterakan umat, untuk memberdayakan umat harus kita mulai dari masjid,” katanya.
Baca Juga: KEU II MUI Sepakati Bentuk Lembaga Penjamin Nasional Syariah(zhd)