Film Berqurban Kreasi Santri AQC Viral di Media Sosial
Muhajirin
Selasa, 20 Juli 2021 - 10:43 WIB
Salah satu scene dalam film Berqurban karya santri Pondok Pesantren Ar-Rahman Quranic College (AQC), Bogor, Jawa Barat. Foto: Tangkap layar Youtube
Film pendek bertajuk Berqurban mengangkat santri yang tinggal di Pondok Pesantren Ar-Rahman Qur’anic College (AQC), Bogor, Jawa Barat. Film itu menyelipkan pesan bahwa berkurban bukan ibadah khusus untuk orang-orang kaya.
Semua lapisan masyarakat bisa melaksanakan ibadah mulia itu. Bukan soal kemampuan, tapi kemauan.
Film dibuka dengan memperlihatkan pemeran utama bernama Hakam yang berjalan lunglai lengkap dengan baju koko dan peci hitam. Ia membawa selebaran brosur yang menawarkan hewan kurban. Terlihat wajah Hakam penuh harap, lesu seketika, lalu menengadah sembari berdoa dimudahkan berkurban tahun ini.
Intstrumen semilir menyertai tangan sejajar wajah, terdengar lirih Hakam berdoa meminta kemudahan. “Ya Allah, semoga bisa terwujudkan kurban tahun ini.”
Scene kedua, penonton akan diperkenalkan dengan pemeran antagonis. Namanya Jojo. Karakter Jojo digambarkan sebagai santri yang suka julid. Termasuk kepada Hakam. Duduk bertiga, Jojo membuka dialog bernada gosip.
Jojo menggunjing sosok Hakam yang diklaim santri penyendiri, miskin, dan tak suka menghabiskan waktu berkumpul-kumpul dengan sebaya. Gunjingan kian melebar saat Hakam lewat di depan mereka. Wajah masam lalu menoleh ke teman gosip mengejek Hakam.
Namun sikap sebaliknya diperlihatkan Hakam. Meski tidak mendapat tempat di hati Jojo, dia tetap memperlihatkan ahlakul karimah. Ajaran nabi yang selalu ditekankan kepada seluruh santri.
Semua lapisan masyarakat bisa melaksanakan ibadah mulia itu. Bukan soal kemampuan, tapi kemauan.
Film dibuka dengan memperlihatkan pemeran utama bernama Hakam yang berjalan lunglai lengkap dengan baju koko dan peci hitam. Ia membawa selebaran brosur yang menawarkan hewan kurban. Terlihat wajah Hakam penuh harap, lesu seketika, lalu menengadah sembari berdoa dimudahkan berkurban tahun ini.
Intstrumen semilir menyertai tangan sejajar wajah, terdengar lirih Hakam berdoa meminta kemudahan. “Ya Allah, semoga bisa terwujudkan kurban tahun ini.”
Scene kedua, penonton akan diperkenalkan dengan pemeran antagonis. Namanya Jojo. Karakter Jojo digambarkan sebagai santri yang suka julid. Termasuk kepada Hakam. Duduk bertiga, Jojo membuka dialog bernada gosip.
Jojo menggunjing sosok Hakam yang diklaim santri penyendiri, miskin, dan tak suka menghabiskan waktu berkumpul-kumpul dengan sebaya. Gunjingan kian melebar saat Hakam lewat di depan mereka. Wajah masam lalu menoleh ke teman gosip mengejek Hakam.
Namun sikap sebaliknya diperlihatkan Hakam. Meski tidak mendapat tempat di hati Jojo, dia tetap memperlihatkan ahlakul karimah. Ajaran nabi yang selalu ditekankan kepada seluruh santri.