UIN Sunan Kalijaga Gelar Pameran Lukisan Pluralisme
Priyo Setyawan
Selasa, 14 Desember 2021 - 19:34 WIB
Kurator Kus Indarto memberikan penjelasan soal lukisan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (14/12/2021). (Foto Langit7.Id/priyo setyawan)
UIN Sunan Kalijaga berkolaborasi dengan sejumlah seninam di Yogyakarta menggelar pameran lukisan bertema ‘Bersama Dalam Beda, Berbeda Dalam Sama" di gedung Multipurpose Prof Dr H Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 15-22 Desember 2021.
Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas direncanakan membuka pameran kolaboratif antar seniman dengan dunia pendidikan, Rabu (15/12/2021) mendayang.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Al Makin mengatakan pameran seni rupa ini untuk merayakan Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya Indonesia butuh konsep baru tentang Bhineka Tunggal Ika. Baik Bhineka dalam agama, sosial, ekonomi, kebudayaan, filsafat dan seterusnya
“Perlu kesadaran baru tentang kebhinekaa dnn keragaman budaya, seni, etnis, praktek ritual dan seterusnya. Diharapkan melalui pameran seni rupa ini dapat dilakukan devinisi ulang mengenai keragaman.,” kata Al Makin soal pameran seni rupa tersebut, Selasa (14/12/2021).
Baca juga:Unik dan Laris, Sarung Motif Luar Angkasa ala Komika Tretan Muslim
Dia menjelaskan pameran ini mencoba menyuarakan kembali keberagaman di Indonesia adalah kekayaan yang sangat berharga. Indonesia memiliki tafsir keberagaman untuk dunia.
Cara berdo’a, tempat ibadah, tradisi, ritual, kearifan lokal, budaya nusantara adalah keragaman. Borobudur, Prambanan, masjid, pura, klenteng adalah tafsir keberagaman. Yang bisa digambarkan tak terbatas dan bernilai spiritualitas tinggi melalui karya seni rupa.
Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas direncanakan membuka pameran kolaboratif antar seniman dengan dunia pendidikan, Rabu (15/12/2021) mendayang.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Al Makin mengatakan pameran seni rupa ini untuk merayakan Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya Indonesia butuh konsep baru tentang Bhineka Tunggal Ika. Baik Bhineka dalam agama, sosial, ekonomi, kebudayaan, filsafat dan seterusnya
“Perlu kesadaran baru tentang kebhinekaa dnn keragaman budaya, seni, etnis, praktek ritual dan seterusnya. Diharapkan melalui pameran seni rupa ini dapat dilakukan devinisi ulang mengenai keragaman.,” kata Al Makin soal pameran seni rupa tersebut, Selasa (14/12/2021).
Baca juga:Unik dan Laris, Sarung Motif Luar Angkasa ala Komika Tretan Muslim
Dia menjelaskan pameran ini mencoba menyuarakan kembali keberagaman di Indonesia adalah kekayaan yang sangat berharga. Indonesia memiliki tafsir keberagaman untuk dunia.
Cara berdo’a, tempat ibadah, tradisi, ritual, kearifan lokal, budaya nusantara adalah keragaman. Borobudur, Prambanan, masjid, pura, klenteng adalah tafsir keberagaman. Yang bisa digambarkan tak terbatas dan bernilai spiritualitas tinggi melalui karya seni rupa.