Ma'ruf Amin Minta Peningkatan Kemitraan UMKM dengan Usaha Besar
Mahmuda attar hussein
Rabu, 15 Desember 2021 - 18:25 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin. Foto: Setwapres
Pemerintah terus mendorong para pelaku UMKM untuk naik kelas. Untuk itu, pelaku UMKM diminta agar dapat menjalin kemitraan dengan usaha besar.
Diketahui, saat ini baru sekitar 9 persen UMKM yang menjalin kemitraan dengan usaha besar. Sehingga, diperlukan upaya lebih lanjut agar target kemitraan sebesar 30-40 persen dapat terwujud.
Baca juga: Anak Punk Hijrah, Sukses Kembangkan Usaha Sablon dan Konveksi
Untuk itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta agar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dapat mendorong peningkatan literasi persaingan usaha, terutama dalam mendorong kemitraan.
“Kemitraan penting untuk dikawal agar makin banyak UMKM naik kelas,” ujarnya di acara Diseminasi Persaingan Usaha dan Pengawasan Kemitraan, serta Penganugerahaan KPPU Award Tahun 2021, Jakarta, Selasa (14/12).
Dengan pengawalan kemitraan ini, kata Ma'ruf, UMKM akan tumbuh menjadi besar dan tidak kerdil seperti anak yang gagal tumbuh (stunting).
“Jangan sampai UMKM kita terus terkena stunting, jadi sudah anak-anak kena stunting, UMKM juga kena stunting, khususnya dalam alih keterampilan teknologi, produksi, pengolahan, pemasaran, permodalan, dan SDM,” tegasnya.
Diketahui, saat ini baru sekitar 9 persen UMKM yang menjalin kemitraan dengan usaha besar. Sehingga, diperlukan upaya lebih lanjut agar target kemitraan sebesar 30-40 persen dapat terwujud.
Baca juga: Anak Punk Hijrah, Sukses Kembangkan Usaha Sablon dan Konveksi
Untuk itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta agar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dapat mendorong peningkatan literasi persaingan usaha, terutama dalam mendorong kemitraan.
“Kemitraan penting untuk dikawal agar makin banyak UMKM naik kelas,” ujarnya di acara Diseminasi Persaingan Usaha dan Pengawasan Kemitraan, serta Penganugerahaan KPPU Award Tahun 2021, Jakarta, Selasa (14/12).
Dengan pengawalan kemitraan ini, kata Ma'ruf, UMKM akan tumbuh menjadi besar dan tidak kerdil seperti anak yang gagal tumbuh (stunting).
“Jangan sampai UMKM kita terus terkena stunting, jadi sudah anak-anak kena stunting, UMKM juga kena stunting, khususnya dalam alih keterampilan teknologi, produksi, pengolahan, pemasaran, permodalan, dan SDM,” tegasnya.