Agama dan Sipil Perlu Ambil Peran dalam Isu Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim
Mahmuda attar hussein
Kamis, 16 Desember 2021 - 18:30 WIB
Ilustrasi perubahan iklim. Foto: Langit7/Istock
Isu lingkungan hidup dan perubahan iklim belakangan menjadi sorotan seluruh negara di dunia.
Hal itu dikarenakan dampak kerugian dan kerusakannya yang cukup siginifikan bagi keberlangsungan hidup manusia.
Penulis Buku “Generasi Terakhir”, Fachruddin M Mangunjaya mengatakan, diperlukan kehadiran agama untuk mengatasi problematika yang sedang melanda dunia itu.
"Peran agama perlu diketengahkan kembali dalam kebijakan penyelamatan lingkungan. Apalagi jika dikaitkan dengan bencana perubahan iklim, pemanasan global yang melanda," ujarnya dalam Evaluasi Akhir Tahun LP3ES : Politik Lingkungan Hidup dan Masalah Perubahan Iklim, Rabu (15/12).
Baca juga: Guru Besar IPB: Dua Pola Ekspansi Perubahan Kawasan
Dia menegaskan, praktik korupsi institusional, kesalahan tatakelola dan hal lain yang berdampak pada kerusakan lingkungan, harus segera disadari dan dihentikan.
Menurutnya, pendekatan kearifan lokal melalui agama dan tinjauan metafisika yang kerap dianggap tidak ada, terkadang justru membantu. Sebagai negara yang berkeTuhanan, lanjut dia, perlu dilakukan pendekatan spiritual dalam penanggulangan kerusakan alam.
Hal itu dikarenakan dampak kerugian dan kerusakannya yang cukup siginifikan bagi keberlangsungan hidup manusia.
Penulis Buku “Generasi Terakhir”, Fachruddin M Mangunjaya mengatakan, diperlukan kehadiran agama untuk mengatasi problematika yang sedang melanda dunia itu.
"Peran agama perlu diketengahkan kembali dalam kebijakan penyelamatan lingkungan. Apalagi jika dikaitkan dengan bencana perubahan iklim, pemanasan global yang melanda," ujarnya dalam Evaluasi Akhir Tahun LP3ES : Politik Lingkungan Hidup dan Masalah Perubahan Iklim, Rabu (15/12).
Baca juga: Guru Besar IPB: Dua Pola Ekspansi Perubahan Kawasan
Dia menegaskan, praktik korupsi institusional, kesalahan tatakelola dan hal lain yang berdampak pada kerusakan lingkungan, harus segera disadari dan dihentikan.
Menurutnya, pendekatan kearifan lokal melalui agama dan tinjauan metafisika yang kerap dianggap tidak ada, terkadang justru membantu. Sebagai negara yang berkeTuhanan, lanjut dia, perlu dilakukan pendekatan spiritual dalam penanggulangan kerusakan alam.