Asbabun Nuzul Surat Al Kafirun: Larangan Sinkretisme Agama
Fajar adhitya
Senin, 20 Desember 2021 - 17:00 WIB
Islam melarang umatnya untuk mencampuradukkan ajaran agama. Foto: iStock.
Surat Al Kafirun adalah surat ke-109 dalam Alquran dan termasuk ke dalam kategori Surat Makiyyah. Al Kafirun merupakan nama yang paling populer untuk surat yang berjumlah enam ayat ini.
Nama lain Surat Al Kafirun adalah surat Al Ibadah dan surat Ad Din. Ada juga yang menamainya surah Al Muqasyqisyah (penyembuh), yakni kandungannya menyembuhkan dan menghilangkan penyakit kemusyrikan.
Muhammaq Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menerangkan, Surat Al Kafirun mengandung tema pokok penolakan atas usul kaum musyrikin untuk menyatukan ajaran agama. Penyatuan atau sinkretisme ini dalam rangka mencapai kompromi.
Baca Juga:Makna Alif Lam Mim dan Haa Mim dalam Al-Quran
Pada saat yang sama, kafir Quraisy menghendaki dengan adanya sinkretisme ini terciptanya nuansa toleransi agar masing-masing melaksanakan ajaran agama dan kepercayaannya tanpa saling mengganggu. Namun, Allah menegaskan toleransi beragama dalam Islam bukanlah dengan mencampuradukkan ajaran agama.
Imam As Suyuthi menjelaskan, sebab turunnya surat Al Kafirun bermula dari ajakan kafir Quraisy kepada Nabi Muhammad untuk melakukan upaya sinkretik antara kepercayaan masyarakat Quraisy dengan Islam. Kafir Quraisy mengajak Rasulullah mendatangi peribadahan mereka dan begitu pula sebaliknya.
Baca Juga:Profil Gus Baha, Santri Kesayangan KH Maimoen Zubair
Nama lain Surat Al Kafirun adalah surat Al Ibadah dan surat Ad Din. Ada juga yang menamainya surah Al Muqasyqisyah (penyembuh), yakni kandungannya menyembuhkan dan menghilangkan penyakit kemusyrikan.
Muhammaq Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menerangkan, Surat Al Kafirun mengandung tema pokok penolakan atas usul kaum musyrikin untuk menyatukan ajaran agama. Penyatuan atau sinkretisme ini dalam rangka mencapai kompromi.
Baca Juga:Makna Alif Lam Mim dan Haa Mim dalam Al-Quran
Pada saat yang sama, kafir Quraisy menghendaki dengan adanya sinkretisme ini terciptanya nuansa toleransi agar masing-masing melaksanakan ajaran agama dan kepercayaannya tanpa saling mengganggu. Namun, Allah menegaskan toleransi beragama dalam Islam bukanlah dengan mencampuradukkan ajaran agama.
Imam As Suyuthi menjelaskan, sebab turunnya surat Al Kafirun bermula dari ajakan kafir Quraisy kepada Nabi Muhammad untuk melakukan upaya sinkretik antara kepercayaan masyarakat Quraisy dengan Islam. Kafir Quraisy mengajak Rasulullah mendatangi peribadahan mereka dan begitu pula sebaliknya.
Baca Juga:Profil Gus Baha, Santri Kesayangan KH Maimoen Zubair